INDUSTRY.co.id, Jakarta - Saat ini dunia industri dan manufaktur bersiap menghadapi rovolusi industri keempat atau 4.0. Demikian pula dengan Kementerian Perindustrian akan menyiapkan langkah-langkah untuk menuju industri 4.0.

Beberapa negara telah memiliki program-program untuk mendukung industrinya menuju industry 4.0 seperti, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, China, India, Jepang, Korea, bahkan Vietnam.

"Untuk menuju future production dan meningkatkan competitiveness index, berbagai aspek penggerak peroduksi harus dibangun secara stimulan, meliputi teknologi dan inovasi, ekonomi global, perdagangan dan investasi, SDM, sumber daya alam, serta regulasi dan tata pemerintahan," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat acara worshop Industrial Revolution 4.0  di Jakarta (2/5/2017).

Menurut Airlangga, sebagai pemerintah yang menaungi industri, Kementerian Perindustrian dapat menyusun langkah-langkah dan strategis yang tepat untuk mempercepat peningkatan daya saing sektor industri nasional secara signifikan.

Saat ini, Kementerian Perindustrian memiliki visi yang tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035 yaitu 'Menjadi Negara Tangguh di 2035'.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian melaksanakan misi antara lain, meningkatkan peran industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian, memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional, serta meningkatkan industri yang mandiri, berdaya saing dan maju serta industri hijau.

"Dengan melihat kondisi industri manufaktur dan perkembangannya dunia tersebut, diharapkan para pelaku industri dan stakeholder dapat memahami dan bersiap menghadapi era industri baru yaitu industri 4.0," tutup Airlangga.