Industri Keramik Pulih Kembali Namun Bahaya Impor Mengancam

Oleh : Ridwan | Selasa, 10 November 2020 - 18:40 WIB

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto (Foto:Gatra)
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto (Foto:Gatra)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri keramik nasional tengah menikmati dampak nyata dan positif dari stimulus penurunan harga gas baru sebesar USD 6 per MMBTU serta pemberlakuan safeguard untuk produk impor asal China, India dan Vietnam.

Hal ini terlihat dari utilisasi kapasitas produksi keramik nasional per akhir Oktober 2020 meningkat kembali ke angka 65% atau sama seperti tingkat utilisasi di awal tahun 2020 sebelum hadirnya pandemi Covid-19.

"Dampak dari stimulus telah kami rasakan. Utilisasi kapasitas produksi telah kembali meningkat ke angka 65% atau dengan kata lain industri keramik nasional telah pulih kembali," kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto kepada Industry.co.id di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Asaki mengharapkan dengan adanya upaya-upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat seperti melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan percepatan penyerapan APBN/APBD, utilisasi kapasitas produksi nasional di akhir tahun 2020 bisa meningkat ke angka 70%.

Dijelaskan Edy, pemulihan industri keramik juga didukung dengan kinerja ekspor yang kembali membaik. Dimana sumber data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ekspor keramik periode Januari - September 2020 sebesar USD 49,8 juta atau meningkat 24% dan secara volume mencapai angka 12,8 juta meter persegi meningkat 29%.

"Kinerja ekspor sembilan bulan di tahun ini merupakan kinerja tertinggi sejak tahun 2016, dimana sebelumnya setiap bulan mengalami penurunan," jelas Edy.

"Meningkatnya ekspor tentunya karena daya saing industri keramik nasional meningkat dengan harga gas baru dan mulai dibukanya lockdown di negara-negara tujuan ekspor," tambahnya.

Adapun lima negara tujuan ekspor utama produk keramik dalam negeri yaitu Filipina, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan USA. Lonjakan ekspor terjadi dengan tujuan negara USA mencapai 130%, diikuti Filipina 60%, dan Taiwan 40%.

"Peningkatan ekspor diluar lima tujuan utama juga terjadi di Australia dimana untuk pertama kalinya ekspor meningkat mendekati 50%," ungkap Edy.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan bahhwa permintaan ekspor ke USA meningkat tajam untuk produk-produk keramik segmen premium dimana beberapa anggota Asaki telah mengadopsi teknologi terkini dan tercanggih untuk memproduksi keramik Big Slab (ukuran jumbo) beserta produk-produk olahan keramik yang memberikan nilai tambah.

"Ini juga membuktikan bahwa secara skill sumber daya manusia (SDM) maupun kualitas raw material lokal maampu bersaing dengan produk-produk keramik sejenis dari negara Eropa," katanya.

Disisi lain, Asaki terus mengamati perkembangan produk impor yang saat ini cukup meengkhawatirkan, dimana terjadi loncatan angka impor di kuartal III/2020, sehingga secara akumulasi pada periode Januari - September 2020 bertumbuh positif 1,5% di level 52 juta meter persegi. Sebelumnya, angka impor sampai dengan Semester I/2020 masih negatif atau mengalami penurunan volume impor 2%.

Menurut Edy, angka impor meningkat kembali sejak bulan Juli dan puncaknya di bulan September sebesar 8,9 juta meter persegi yang mana merupakan level tertinggi semenjak penerapan safeguard bulan Oktober 2018.

Angka impor diperkirakan akan semakin meningkat terlebih mulai bulan Oktober 2020 ini besaran bea masuk impor menurun kembali dari 21% ke angka 19%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 18:00 WIB

Kebijakan Robert Alberts Soal Program Latihan Mandiri di Masa Perpanjangan PPKM

Pelatih PERSIB, Robert Alberts mengaku kesulitan dalam memantau pemainnya selama aktivitas latihan bersama diliburkan. Ia pun memberikan keleluasaan pemain untuk menakar kebutuhan latihan secara…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:50 WIB

Bantu Penanganan Covid-19, Menperin Agus 'Gercep' Siapkan 500 Fasilitas Isoman Dilengkapi Konsentrator Oksigen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air. Berbagai langkah strategis telah dijalankan,…

Tempat Wisata di Venesia (Foto: Instagram/fabianalorenzon_tma)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:15 WIB

Venesia Berhasil Lolos Dari Daftar Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya UNESCO

Venesia baru saja berhasil menghindari atau lolos dalam daftar situs Warisan Dunia Dalam Bahaya UNESCO. Hal ini dikarenakan Italia kini melarang kapal pesiar besar bersandar di laguna Venesia.

Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Online (ist)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:02 WIB

Pahamify dan Xiaomi Ajak Siswa Sambut Tahun Ajaran Baru Penuh Semangat

Tahun Ajaran 2021/2022 baru saja dimulai beberapa waktu lalu. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia, sekolah dilaksanakan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan keadaan…

Dahlan Iskan

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:00 WIB

Ulama Wanita

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid-19 adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 77 tahun. Beliau guru besar ilmu fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…