INDUSTRY.co.id - Jakarta–Terus  berkarya  membangun  negeri dan  menghubungkan  kebaikan  lewat inspirasi ke seluruh penjuru Nusantara, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai salah satu BUMN, terus bertransformasi menjadi perusahaan yang transparan, akuntabel, dan memiliki daya saing tinggi baik dari sisi bisnis, produk, teknologi, serta kualitas sumber daya manusia. 

Advertisement

Untuk  mencapai  visi  perusahaan  sebagai Indonesia's  Most Valuable  Infrastructure Developer  (IMVID),  Hutama  Karya  terus  melakukan  terobosan  bagi  dunia  infrastruktur  di Indonesia.  Dalam  sektor  infrastruktur,  Hutama  Karya  saat  ini  sedang  menjalankan  mandat pemerintah  untuk  membangun  dan  mengembangkan  Jalan  Tol  Trans  Sumatera  (JTTS) sepanjang 2.765 km, yang akan membentang dari Lampung hingga ke Aceh.

Direktur  Utama Hutama  Karya Budi  Harto, Selasa (10/11/2020) mengatakan bahwa  mengingat  Pulau  Sumatra sebagai  penyumbang  Produk  Domestik  Bruto  (PDB)  terbesar  kedua  di  Indonesia,  Hutama Karya tak hanya berfokus pada pembangunan konstruksi JTTS, tapi juga turut membangkitkan perekonomian di Sumatra melalui semangat 'value capturing'potensi bisnis di Sumatra. Salah satunya melalui pengembangan kawasan industri berbasis 4.0, yang didukung oleh penyediaan infrastruktur  utama,  seperti  energi,  air  dan  pengolahan  limbah. 

Advertisement

“Dengan  adanya  penyediaan infrastruktur  tersebut,  Hutama  Karya  turut  mewujudkan  eksistensi  JTTS,  sebagai  koridor ekonomi baru. Selain juga sebagai bentuk pemerataan, tak hanya dari sisi infrastruktur namun juga dari sisi ekonomi di Indonesia,” ujar Budi.

Sesuai  dengan  tema  peringatan  Hari  Pahlawan  tahun  2020,  yakni  “Pahlawanku  Sepanjang Masa”, bahwa di masa kini makna ‘pahlawan’ bisa dipahami dalam berbagai pengertian. Saat ini,  'pahlawan'  dapat  dimaknai  sebagai  sosok  dan  langkah  membawa  perubahan,  serta memberikan kontribusi positif dari berbagai sisi untuk negeri.

Advertisement

Kontribusi positif untuk negeri termasuk juga dalam hal pembangunan infrastruktur, yang memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.Lebih  lanjut, Budimengatakan  bahwa  sesuai  dengan  visi  pemerintah  tentang  pembangunan, Indonesia tidak lepas dari posisinya yang berada dalam dinamika regional dan global.

Secara geografis,  Indonesia  terletak  di  Kawasan  Timur  Asia  (termasuk  Asia  Tenggara),  yang merupakan jantung pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia menjadi salah satu negara dengan luas  kawasan  terbesar,  penduduk  terbanyak,  dan  sumber  daya  alam  terkaya,  yang  mana  di antaranya  berada  di  Pulau  Sumatera.  Oleh  karena  itu,  pembangunan  JTTS  termasuk  agenda prioritas pemerintah yang dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Advertisement

“Dengan    semangat    Hari    Pahlawan,    Hutama    Karya    ingin    melanjutkan    perjuangan memperkokoh  negeri  melalui  pembangunan  infrastruktur,  dengan  selalu  melakukan  inovasi dan  terobosan  baru  berkelanjutan.  Saat  ini  Hutama  Karya  terus  berfokus  dalam  membangun dan  mengembangkan  JTTS  sebagai  salah  satu  PSN.  Harapannya  agar  dari  pembangunan  ini dapat  menggerakkan  ekonomi  rakyat,  sehingga  wilayah-wilayah  di  Indonesia,  dalam  hal  ini Pulau  Sumatra,  turut  menjadi  bagian  penting  dari  rantai  produksi  regional  dan  global,  yang berperan mengakselerasi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi, menuju Indonesia maju,” pungkas Budi.

Sementara  itu,  Executive  Vice  President  Sekretaris  Perusahaan  Hutama  Karya  Muhammad Fauzan,  menambahkan  bahwa  Sumatra  menjadi  sentra  produksi  dari  pengolahan  hasil  bumi, dan  juga  lumbung  energi  nasional.  Kegiatan  perekonomian  utama  Sumatra  saat  ini  berfokus pada kelapa sawit, karet, batu bara, perkapalan dan besi baja.

“Tersambungnya JTTS nantinya mulai  dari  Lampung  hingga  Banda  Aceh,  kami  harapkan  dapat  memfasilitasi  pengolahanpotensi sumber daya, sehingga Sumatra dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab pengembangan kegiatan ekonomi utama juga memerlukan konektivitas (infrastruktur), yang  selanjutnya  harus  didukung  oleh  bertambahnya  ketersediaan  energi  yang  cukup,  untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, yangavailable, reliable dan affordable,” kata Fauzan.

Lebih lanjut, Fauzan juga menyampaikan bahwa konektivitas di Sumatra perlu didukung agar pertumbuhan  ekonomi  Indonesia  tidak  hanya  bertumpu  di Pulau  Jawa,  namun  merata  ke berbagai  wilayah,  sehingga  keseimbangan  kondisi  infrastruktur  dapat  tercapai.  Kehadiran infrastruktur jalan di Sumatera diyakini akan memberikan dampak positif kepada masyarakat, serta  meningkatkan  produktivitas  kegiatan  ekonomi. 

Sebagai  contoh  kelapa  sawit,  tingkat produksi Crude Palm Oil (CPO)sangat bergantung pada waktu tempuh, sebab kualitas Tandan Buah  Segar  (TBS)  akan  menurun  dalam  48  jam  setelah  pemetikan.  Namun  dengan  adanya JTTS, waktu tempuh bisa menjadi lebih singkat sehingga mampu meningkatkan kapasitas serta kualitas, tak hanya kelapa sawit namun sumber daya alam lainnya.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.160 km, dengan rincian 651 km ruas tol dalam tahap konstruksi dan 509 km ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Ruas tol yang telah beroperasi di antaranya adalah ruas Medan –Binjai seksi 2 & 3 (13 km), ruas  Palembang –Indralaya  (22  km),  ruas  Bakauheni –Terbanggi  Besar  (141  km),  ruas Terbanggi Besar –Pematang Panggang –Kayu Agung (189 km), ruas Sigli –Banda Aceh seksi 4 Indrapuri –Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru –Dumai (131 km).