INDUSTRY.co.id - Jakarta, Siapa yang tak suka dengan keju? selain rasanya yang lezat makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi ini juga memiliki efek yang baik untuk kesehatan.

Selama ini, bagi sebagian orang, keju adalah makanan yang perlu dihindari karena kandungan lemak dan sodium di dalamnya. Namun, keju ternyata juga baik untuk kesehatan terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B, kekuatan gigi dan kondisi osteoporosis. Keju juga membantu menjaga kesehatan tulang, mendapatkan kenaikan berat badan dan kesehatan gigi.

Bahkan, Keju matang (aged cheese) seperti cheddar, brie dan parmesan justru dapat meningkatkan harapan hidup dan mencegah kanker hati. Keju matang adalah keju yang sudah disimpan di gudang penyimpanan selama lebih dari enam bulan.

Sebuah studi dari Universitas A&M Texas menemukan keju jenis ini mengandung senyawa spermidine yang berfungsi untuk menghentikan replikasi sel hati yang rusak.

Senyawa ini punya kemampuan untuk mencegah fibrosis hati. Fibrosis hati adalah awal dari sirosis, yakni kondisi di mana terjadi pembentukan jaringan fibrosa berlebihan akibat peradangan dan matinya sel hati.

Selain fibrosis hati, senyawa spermidine juga mencegah hepatocellular carcinoma (HCC), yakni bentuk paling umum dari kanker hati.

Dilansir dari The Independent, sebuah studi menjelaskan, setelah memeriksa pemberian spermidine pada tikus putih sepanjang hidup si tikus, peneliti menemukan bahwa harapan hidup mereka meningkat hingga 25 persen.

The Express melaporkan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menerapkan temuan ini pada manusia. Dan jika bisa, ini bisa membantu manusia untuk meraih usia 100 tahun, dibanding harapan hidup sekarang yakni 81 tahun.

Para ahli juga menemukan, konsumsi makanan seperti jamur, kedelai, dan biji-bijian secara teratur juga bisa punya efek 'memperpanjang usia'.

Asisten profesor di Universitas A&M Texas, Leyuan Liu, memotong konsumsi kalori secara besar-besaran, memperketat asupan methionine (sejenis asam amino yang ditemukan pada daging dan sumber protein lain) dalam diet dan menggunakan obat rapamycin terbukti memperpanjang usia vertebrata.

"Tetapi makan sedikit dan tidak makan daging tidak akan diterima oleh populasi pada umumnya, sementara rapamycin digunakan untuk menekan sistem imun manusia. Oleh karena itu, spermidine mungkin pendekatan yang lebih baik," jelasnya.