INDUSTRY.co.id, Lumajang - Berawal dari ke enam pria yang suka bermain di pinggir sungai sambil bersenda gurau bersama, sambil bakar-bakar pisang mereka berpikir pada saat masih anak-anak mereka suka bermain bersama di sungai yang dinamai Kintir-Kintir. Keesokan harinya, mereka kembali sambil bermain di sungai dengan menggunakan ban sambil mengarungi sungai.
"Akhirnya, muncullah ide untuk membuat suatu wahana tempat wisata tubing," cerita Yusuf Pratama selaku ketua di Tempoeran Tubing, kepada Industry.co.id bersama dengan rekan-rekan jurnalis dari Jakarta, Selasa (12/4/2017).

Sebelum menuju ke tempat start, Saya bersama dengan rekan-rekan jurnalis harus jalan terlebih dahulu. Menelusiri perkebenunan, pepohonan, jalan setapak di Desa Tempoeran.
Sekitar 20 menit atau 30 menit untuk mencapai tempat start. Berbeda dengan arung jeram, tubing ini hanya kita sendiri yang berada di atas ban. Kalau arung jeram, kita bersama-sama untuk menyeimbangi perahu karet, sedangkan tubing kita sendiri yang harus menyeimbangi ban kita agar tidak jatuh.

Keseruanpun dimulai, dengan jarak tempuh hingga 4 kilo, garis start dimulai dari Desa Tempoeran dan berakhir di Desa Sari Kemuning. Dari Desa Sari Kemuning, di situ sudah ada mobil penjemputan untuk kembali ke tempat asal.
Kami semua siap mengarungi air yang cukup deras dan jeram-jerampun sudah menunggu Kami dipersimpangan aliran sungai Betoto. Saya sekuat tenaga menyeimbangi badan saya untuk tetap berada di atas ban. Namun, akhirnya Sayapun terjatuh dari ban tapi, jangan khawatir ada para pendamping yang siap membantu kita.
Para pendamping tersebut, seperti life guard yang siap siaga di tiap jeram-jeram yang ada. Di sungai tersebut ada 4 hingga 5 jeram yang siap menggoyang tubuh Anda.
"Sebenarnya untuk jeram itu bisa berubah bisa tetap bisa berubah lagi. Misalnya kalau ada banjir, itu jalur bisa berubah. Jadi yang dulunya jeram, dia bisa tidak jadi jeram lagi, terus yang tidak jeram bisa jadi jeram," lanjut Yusuf.
Menurut Yusuf, diantara jeram tersebut ada beberapa yang dinamakan. Seperti Jeram Topeng, kenapa dinamakan seperit itu?
"Jadi ada spot jeram yang airnya agak landai dan ada batu besarnya. Lalu teman kami bernama Topeng terjatuh di jeram tersebut, Ia sampai tenggelam tapi tidak meninggal, cuma naik turun kepalanya ke bawah air. Dia sampai menangis, tetapi kita semua malah ketawa karena melihat ekspresinya, dan akhirnya kita menamakan Jeram Topeng," sambungnya.

Selain Jeram Topeng, adapun Terowongan Ngeso. Sebenarnya Ngeso itu nama Saya, ucap Yusuf. "Jadi, waktu itu saat Saya sedang di sungai dan mengikuti arus saya masuk ke dalam terowongan akar gitu, tetapi sama teman Saya tidak ditolongi. Di dalam saya sampai jerit-jerit dan nangis, dan mereka hanya menertawakan Saya dan akhirnya dinamakan Terowongan Ngeso. Karena dianggap berbahaya, akar tersebut dipotong oleh teman-teman."
Hal yang menarik lainnya, saat break di POS I. Kami disuguhi oleh atraksi lompat tebing yang dilakukan oleh para pendamping kami. Kami melihat atraksi lompat tebing dan disuguhi oleh pemandagan pepohan yang masih asri.
Biayanya hanya Rp 48 ribu perorang sudah termasuk pendamping, minum susu jahe, dan penjemputan digaris finish. Tetapi bagi Anda yang sekaligus menikmati kuliner, Anda bisa membayar seharga Rp 65 ribu saja.
Tempat wisata tubing berlokasi di Desa Tempoeran, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Kalau wisata tubing, kayaknya memang baru Kita saja deh di Lumajang ini," ucap Yusuf.
Keunggulan wisata di Tempoeran Tubing ini, sebenarnya kita menawarkan pengalaman tantangannya, kalau view pemandang sih standar saja. Melewati sawah, kebun ya sangat standar, dan servis keramah tamahan dari kita-kita, ujar Yusuf.

Tetapi, bagi Saya yang baru pertama kali ikut ke wisata yang menurut saya memacu adrenalin, karena Saya harus duduk di atas ban dan terombang ambing oleh derasnya air sungai Betoto. Pemandangannya pun menurut Saya masih asri, banyak pepohonan rindang, sawah, dan udaranya yang sejuk.
Menurutnya, kebanyakan pengunjung berasal dari luar kota, seperti Surabaya. Bahkan ada pengunjung dari perusahaan batu bara dari Kalimantan yang datang untuk menikmati sensasi jeram-jeram di Tempoeran Tubing.

"Untuk batas usia, 10 tahun ke atas. Tetapi, bisa kita kondisikan sih, misalnya debit air sangat bersahabat bisa usia 7 tahun ikut. Lalu, untuk mempunyai penyakit tertentu seperti sesak nafas, jantung itu tidak kami perbolehkan," pungkas Yusuf Pratama.
Untuk Anda yang ingin mencoba sensasi jeram di Tempoeran Tubing, ke Lumajang atau bisa menghubungi call center atau bisa lihat-lihat di instagram milik mereka.
