Ketrampilan Metode Cuci Otak dr Terawan Putranto Bikin Geleng-geleng Dunia Internasional

Oleh : Herry Barus | Jumat, 09 Oktober 2020 - 15:00 WIB

Menkes dr Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto
Menkes dr Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sosok Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto selalu menarik diperbincangkan. Karena setiap hal yang dilakukannya menjadi sorotan dan perbincangan hangat. Namun dia juga memiliki segudang prestasi sesuai keilmuannya dan telah diakui dunia internasional.

“Salah satu hal fenomenal yang pernah dilakukannya ialah mengombinasikan Digital Substraction Angiography (DSA) dan injeksi heparin. Metode ini disebut sebagai 'cuci otak', juga dikenal sebagai pembilasan otak intra-arterial, “ ujar Dar Edi Yoga,  Praktisi Media, Jumat (10/9/2020)

Namun Terawan lanjut Yoga, pernah dipecat sementara dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena metode 'cuci otak' yang ditemukannya. Metode tersebut digunakannya untuk menyembuhkan penderita stroke.

Keberhasilan metode DSA penah dialami oleh orang tua Wadanlantamal (Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL) II Padang, Kolonel Marinir Freddy Jhon H Pardosi. Menurut Freddy, hasil pengobatan Terawan sangat baik dan biayanya pun menjadi lebih murah. 

"Saya alami sendiri beberapa tahun yang lalu. 2 x ibu tindakan DSA di RSPAD, saya menghadap dan minta tolong diringankan biaya. Puji Tuhan langsung dibantu," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020). 

Kolonel Marinir Freddy mengaku bersyukur bisa menggunakan metode pengobatan yang diinisiasi oleh dr. Terawan tersebut. "Rendah hati dan penyapa, Tuhan memakainya menjadi saluran berkat bagi orang lain. Tuhan memberkati," ungkapnya.  

Kesaksian lain juga datang dari para petinggi negeri. Salah satunya ialah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY juga mengungkap kesaksiannya terhadap metode cuci otak yang dijalankan Terawan. 

Menurut SBY, sudah ada ribuan orang yang merasa tertolong dengan pengobatan yang dilakukan dokter Terawan, salah satunya seorang perdana menteri.

"Banyak yang merasa ditolong. Saya punya sahabat, seorang pemimpin dunia, saya tidak perlu sebut namanya. Dia memiliki keluhan di bagian kepala. Berobat ke dua negara tetangga kita yang dianggap maju di bidang kedokteran tidak sembuh," cerita SBY. 

"Akhirnya datang ke Jakarta. Karena dia seorang PM, dokter Terawan sempat menyampaikan kepada saya, saya sampaikan silakan sesuai dengan yang berlaku selama ini. Singkat kata, sahabat saya itu sembuh," ungkap SBY dalam rekaman video. 

Dokter Terawan Agus Putranto telah resmi menjadi Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju. Namun, terpilihnya dokter Terawan tersebut cukup mendapat tantangan berbagai pihak di tengah pandemi.

 

"Dokter Terawan favourite gw. Tingkat kesembuhan covid Indonesia 75 pct lho dgn kondisi yg nggk bisa diatur orang2nya.  Coba klo sedikit tertib  pasti akan lebih banyak lagi kenaikannya. Kita harus doain beliau supaya kuat ngehadapin orang2 yg nggk jelas dan sok pinter," ujar salah satu karyawan bank swasta, Rosma Uli kepada redaksi.

Dalam catatan Yoga, Menkes Terawan Agus Putranto adalah lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, ia langsung mengabdikan diri menjadi dokter di TNI Angkatan Darat.

Pria kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini memperdalam ilmunya dengan mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Merasa belum cukup ilmu, dr Terawan kembali melanjutkan pendidikan dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dan lulus pada 2013.

Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam desertasinya yang berjudul 'Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Celebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca-operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'.

“Pengobatan ala Terawan ini menggunakan teknik sederhana, mirip dengan cara membersihkan saluran gorong-gorong tersumbat. Dengan menggunakan obat heparin sebagai penghancur plak atau lemak yang menyumbat di pembuluh darah, pungkas Yoga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Agro Solution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi Gorontalo

Kamis, 28 Januari 2021 - 10:00 WIB

Agro Solution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi Gorontalo

Program Agro Solution Pupuk Kaltim berhasil meningkatkan hasil pertanian Gorontalo, khususnya komoditas padi dengan produktivitas mencapai 80%. Keberhasilan ditandai dengan panen demplot oleh…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:37 WIB

ADB Launching The Asian Water Development Outlook 2020, Kementerian PUPR Lakukan Sejumlah Upaya Dukung Ketahanan Air

AWDO 2020 merupakan dokumentasi dan publikasi ADB untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya ketahanan air dalam skenario pembangunan masa depan pada negara-negara di Asia Pasifik serta usulan…

Satgas Yonif 642 kembali Gagalkan Penyelundupan Miras dan Sosis Ilegal

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:30 WIB

Satgas Yonif 642 kembali Gagalkan Penyelundupan Miras dan Sosis Ilegal

Dansatgas mengatakan bahwa pada saat anggota Pos Guna Banir yang dipimpin Letda Inf M Supii melakukan patroli pengawasan di jalan tikus sektor Pos Guna Banir, mereka menemukan sebuah karung…

CocaCola Amatil Indonesia Salurkan Ribuan Liter Air Siap Minum

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:16 WIB

CocaCola Amatil Indonesia Salurkan Ribuan Liter Air Siap Minum

Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) melalui pabriknya di Sumedang menyerahkan bantuan kepada korban terdampak banjir dan longsor di Desa Cihanjuang. Penyerahan donasi di empat titik…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Kamis, 28 Januari 2021 - 09:14 WIB

Kementerian PUPR Kembalikan Fungsi Sungai Cakung di Kawasan Grand Kota Bintang Bekasi

Kawasan pertokoan dan perumahan yang berada di Jalan KH Noer Ali, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat tersebut melanggar pemanfaatan ruang terkait dengan perubahan alur Sungai Cakung menjadi…