INDUSTRY.co.id - Banjarmasin- Guna menurunkan laju pertumbuhan kasus positif COVID-19 di Indonesia, Kemenkes membentuk Tim Taskforce yang dikirimkan ke 9 provinsi prioritas penanganan COVID-19. Salah satu provinsi yang dikunjungi adalah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kunjungan yang dilakukan pada hari Jumat (19/09), Tim Taskforce Kemenkes mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin atau RS MAS. Dalam kunjungan kali ini Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang peningkatan SDM Kesehatan dr. Mariya Mubarika melakukan audiensi dengan Direktur RS MAS, dr. Izaak Zoelkarnain Akbar, Sp.OT beserta jajaran.

Dalam paparannya, dr. Mariya mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk mengatasi pandemi COVID-19 khususnya di hilir agar angka kasus positif bisa ditekan, tingkat kematian bisa dihilangkan, dan angka kesembuhan bisa ditingkatkan. Selain itu, dr. Mariya juga mengatakan masyarakat perlu mewaspadai adanya klaster pilkada.

''Penting untuk dokter menyampaikan kepada masyarakat dalam melakukan antisipasi penularan agar tidak terjadi klaster penularan pilkada,'' ujar dr. Mariya, seperti dilansir laman Kemkes.

Selain itu, menurutnya, perlu peran aktif jajaran kesehatan di RS MAS dalam memberikan informasi seputar COVID-19 yang benar dengan menggunakan gaya bahas sehari-hari. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah memahami isi pesan tersebut.

''Para tenaga medis tentu dipercaya masyarakat. Ceritakan bagaimana kondisi pasien yang datang terlambat, bagaimana beratnya orang yang ada komorbid, bila perlu dengan bahasa daerah,'' kata Mariya.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19, dr. Izaak mengatakan di RS MAS telah menyiapkan fasilitas untuk melayani pasien COVID-19. Sampai hari ini terdapat 28 pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

Beberapa fasilitas penunjang yang dimiliki RS MAS yaitu, seperti IGD Triage berkapasitas 8 tempat tidur, PONEK yang berkapasitas 8 tempat tidur, serta fasilitas ICU dan NICU dengan masing-masing 8 tempat tidur. Untuk fasilitas isolasi, dr. Izaak mengungkapkan awalnya RS MAS menyediakan ruang rawat inap yang berkapasitas 120 tempat tidur. Namun sejak 16 September kapasitas rawat inap dikurangi menjadi 57 tempat tidur. Hal ini dikarenakan setelah dilakukan evaluasi sejak pertengahan Agustus terjadi penurunan jumlah pasien yang dirawat. Meski demikian, fungsi kamar akan dikembalikan manakala terjadi penambahan kasus.

Sejalan dengan hal tersebut, dr. Mariya mengatakan Menteri Kesehatan berterima kasih kepada tenaga kesehatan atas dedikasinya dalam melakukan penanganan COVID-19.

Sementara itu informasi dari Tim Komunikasi BNPB, Sabtu (19/9/2020) menytakan, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah lagi sebanyak 3.576 kasus. Dilihat secara kumulatif nasional, pasien sembuh sudah mencapai 174.350 kasus. Penambahan harian tertinggi berasal dari DKI Jakarta sebanyak 1.025 kasus dan kumulatifnya 47.176 kasus. 

Jawa Barat kedua terbanyak dengan tambahan 554 kasus dan kumulatifnya mencapai 9.492 kasus. Diikuti Jawa Timur dengan tambahan 429 kasus dan kumulatifnya mencapai 32.822 kasus. 

Untuk Jawa Tengah masih menempati urutan kedua kumulatif nasional pasien sembuh terbanyak dengan total 12.685 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 403 kasus.

Jumlah kasus aktif sejumlah 56.889 atau 23.6% dari terkonfirmasi. Sementara pada tambahan pasien positif baru dilihat secara kumulatif nasional jumlahnya mencapai 240.687 kasus. Per hari ini penambahan kasus tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 988 kasus dan kumulatifnya menembus 60.828  kasus. 

Dan diikuti Jawa Barat dengan 470 kasus dan kumulatifnya mencapai 16.395 kasus. Ketiga terbanyak berada di Jawa Timur dengan tambahan 379 kasus dan kumulatifnya 40.372 kasus. 

Namun secara kumulatif nasional urutan ketiga masih berada di Jawa Tengah dengan kumulatif 19.213 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 271 kasus. 

Selain itu kasus pasien meninggal masih bertambah sebanyak 112 kasus. Hingga saat ini total pasien meninggal dunia menembus angka 9.448 kasus. 

Kali ini Jawa Tengah menyumbang tambahan harian terbanyak dengan 40 kasus dan totalnya mencapai 1.243 kasus. Meski demikian secara nasional provinsi ini menduduki urutan ketiga terbanyak.

Jawa Timur menjadi penyumbang kedua terbanyak harian dengan 20 kasus dan totalnya mencapai 2.942 kasus. Diikuti DKI Jakarta sebanyak 10 kasus dan totalnya mencapai 1.527 kasus. 

Selain itu per hari ini jumlah suspek ada 107.863 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 44.543. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 493 kabupaten/kota.