Soal PSBB Pengusaha Pasrah, KADIN: Semoga Anggaran PEN Ditambah untuk Pelaku Usaha Bertahan Menyambung Nafas

Oleh : Candra Mata | Senin, 14 September 2020 - 16:06 WIB

Ketum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani (foto ANTARA)
Ketum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani (foto ANTARA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) meminta Pemerintah agar dapat menambah alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu para  pelaku usaha bertahan di menghadapi PSBB Jilid II Jakarta.

"Pemerintah diharapkan menambah anggaran pengaman sosial bagi pelaku usaha, karena cash flow masih menjadi masalah utama. Semoga pemerintah bisa meningkatkan anggaran PEN untuk menyambung nafas para pelaku usaha," kata Rosan kepada Bisnis.com seperti dilansir redaksi Industry.co.id dari laman Tempo.co pada Senin (14/9). 

Menurut Rosan, para pelaku usaha tidak memiliki pilihan lain kecuali menerima dan mencoba bertahan akibat dampak dari keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mulai berlakukan PSBB hingga dua pekan kedepan.

"Poses pemulihan bisnis akan berlangsung sedikit lebih lama dengan adanya PSBB Jilid II," ujarnya.

Perlu diketahui, ada 11 sektor yang masih di izinkan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan beroperasi, selama PSBB jilid II yakni sektor kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis. 

Kemudian pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu.

Sedangkan Mal, seluruh tempat hiburan dan wisata seperti Ragunan, Monas, Ancol, dan taman kota akan tutup selama PSBB total. 

Sementara untuk kafe dan restoran di Jakarta tetap boleh beraktifiyas namun dengan hanya melayani atau menerima pesanan take away dan delivery.

Adapun, seluruh perusahaan di Jakarta diharuskan melakukan Work From Home (WFH) selama masa PSBB berlangsung. 

Namun, perusahaan tetap diizinkan beroperasi dengan melakukan pengurangan jumlah pegawai serta pengetatan protokol kesehatan.

"Apabila kedapatan ada kasus, maka tidak hanya perusahaan tersebut yang dilarang beroperasi melainkan satu gedung akan ditutup selama tiga hari," ujar Anies pada Minggu (13/9).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dyah Roro Esti Anggota DPR RI (Foto Ist)

Sabtu, 19 September 2020 - 14:15 WIB

Pentingnya Berpolitik Lewat Terobosan Kaum Milenial

Menurut Roro, kurangnya partisipasi kaum muda dalam berpolitik karena ada stigma buruk, kurang percaya diri, dan transparansi atas leberlangsungan suatu kebijakan.

Ilustrasi Mall

Sabtu, 19 September 2020 - 14:10 WIB

Pak Anies! Pengusaha Mal Sudah Tak Kuat Bayar Gaji Karyawan, Kalau Didiamkan Bakal Bangkrut

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menyatakan, pengusaha mal sudah tak kuat bayar gaji. Kalau didiamkan bakal bangkrut.

Menteri BUMN Erick Thohir

Sabtu, 19 September 2020 - 14:00 WIB

Menteri Erick Thohir: Bangga Buatan Indonesia

Erick Thohir, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Menteri Kementerian BUMN mengatakan, “Nusantara Fashion Festival 2020 merupakan kolaborasi dari 300…

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) M. Lutfi menemui Presiden Donald Trump

Sabtu, 19 September 2020 - 13:33 WIB

Jadi Dubes Indonesia di AS, M. Lutfi Akan Pastikan Persetujuan GSP Diperpanjang

Selain itu, Lutfi juga akan memulai pembicaraan untuk negosiasi terkait perjanjian dagang bebas terbatas atau limited trade deal  dengan AS.

Presiden Joko Widodo

Sabtu, 19 September 2020 - 13:32 WIB

Cetak Sejarah! Presiden Jokowi Bakal Berikan Pidato pada Sidang Umum PBB 23 September Nanti

Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan menghadiri Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-75 secara virtual. Bahkan, Jokowi akan memberikan pidato di 23 September nanti.