INDUSTRY.co.id - Jakarta, Korea Selatan akan menjadi salah satu raksasa ekonomi Asia dimasa mendatang, dimana pembangunan di segala bidang tengah giat-giatnya dilakukan. Salah satu sektor yang tengah tumbuh pesat adalah parawisata. Tercatat sekitar 20 juta wisatawan manca negara termasuk dari Indonesia berkunjung untuk menyaksikan keindahan parawisata dan budaya di sejumlah propinsi.

Advertisement

Wisatawan yang mengunjungi Korea Selatan biasanya akan betah berlama-lama di negeri ginseng ini, minimal mereka menghabiskan waktu 3 malam di Seoul atau kota lainnya. Hal ini dikarenakan obyek wisata yang ditata sedemikian rupa seperti Yin dan Yang atau Surga dan Dunia dengan aneka warna, mulai dari makanan, pakaian, rumah, bunga-bunga di segala sudut jalan, bangunan tradisional ada di semua tempat.

Seluruh obyek wisata di Korea Selatan benar-benar telah melalui perencanaan yang matang. Bahkan bangunan baru yang merupakan representasi dari peninggalan masa lalu dibuat semenarik mungkin dengan fasiltas penunjang yang memadai, mulai dari pelataran parkir, toliet umum, pusat informasi, dan lain-lainnya.

Advertisement

Korea Selatan dibagi ke dalam Sembilan provinsi, yaitu Gyeonggi-do, Gangwon-do, Chungcheongbuk-do, Chungcheongnam-do, Jeollabuk-do, Jeollanam-do, Gyeongsangbuk-do, Gyeongsangnam-do, dan Jeju-do.

Kota terbesar kedua setelah Seoul adalah Busan yang merupakan kota pelabuhan nomor satu di Korea Selatan. Busan termasuk kedalam pelabuhan terbesar kelima di dunia. Selain itu Busan adalah sebuah kota dengan sejarah yang panjang dengan berbagai peninggalan sejarahnya.

Advertisement

Jika ingin berkunjung, dari Soul ke Busan dapat ditempuh menggunakan berbagai sarana, seperti mobil, bus, kereta api cepat, kapal laut, hingga pesawat udara.

Seoul dan Busan adalah dua kota metropolitan dengan gedung-gedung pencakar langit yang melambangkan kebangkitan sebuah negara di Asia akibat perang saudara kendati tidak memiliki sumber daya alam. Dengan sumber daya manusia menguasai segala bidang, Korsel akan menjadi raksasa ekonomi di Asia dalam masa mendatang.

Advertisement

Geliat pembangunan Korea Selatan telah menarik ratusan ribu tenaga kerja dari manca negara untuk mengadu nasib di sejumlah kota besar Korsel. Dari Indonesia sendiri saat ini sekitar tiga puluh ribuan tenaga kerja bekerja secara resmi di berbagai sektor. Pada umumnya mereka mampu menyisihkan sekitar lima belas juta rupiah setiap bulannya.

Gaji yang besar dan fasilitas yang nyaman membuat para tenaga kerja asal Indonesia betah bekerja di Korea Selatan, sehingga banyak yang melebihi ijin tinggal dan harus berurusan dengan pihak imigrasi serta KBRI di Seoul.