INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa penyebaran virus Covid-19 dalam lingkup pekerja industri manufaktur relatif sangat kecil dari skala nasional.
"Dari data kami, penyebaran virus covid-19 di lingkup pekerja industri manufaktur sangat kecil, dibawah 1 persen dari skala nasional," kata Menperin Agus saat dikonfirmasi Industry.co.id di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
Merujuk data tersebut, Menperin Agus memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan di lingkungan perusahaan industri manufaktur sudah berjalan sangat baik.
"Ya, saya pastikan perusahaan yang telah mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sudah menerapkan standar protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah," terangnya.
"Jadi, ini merupakan senjata kami agar proses produksi dan bisnis untuk perusahaan pemegang IOMKI bisa tetap berjalan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), karena datanya pekerja industri yang terdampak covid-19 itu relatif sangat kecil," tambah Agus.
Selain itu, jelas Menperin, jika mengacu pada Permenkes Nomor 29 Tahun 2020 dimana kegiatan industri manufaktur menjadi salah satu kegiatan yang dikecualikan tetap beroperasi di masa pembatasan sosial berskala besar (psbb).
"Jadi, regulasinya sudah jelas, dan data penyebaran virus nya pun sudah jelas," ungkapnya.
Menurut Menperin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa memilih instrumen lainnya untuk mencegah penyebaram virus covid-19, bukan kembali menerapkan PSBB total.
"Law enforcement harus tegas. Saya suka keliling dan masih banyak orang-oraang berkumpul khususnya di Jakarta tanpa menerapkan protokol kesehatan. Ini tanggung jawab siapa?," tegas Menperin.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta unntuk mengecualikan bisnis proses industri manufaktur tetap berjalan di masa PSBB total nanti.
"Ya, jadi kami (Kemenperin) tentu akan melakukan komunikasi dengan Pemrov DKI Jakarta," tutup Agus.