INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi virus corona baru atau Covid-19 telah meluluhlantahkan hampir seluruh sektor pariwisata terutama objek wisata nasional, tak terkecuali Keraton Kesepuhan Cirebon.
Bayangkan saja, sejak Mei 2020 yang menjadi awal pandemi Covid-19 di Indonesia, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke Keraton Kesepuhan Cirebon menurun hingga 100%.
"Ya memang harus diakui kunjungan wisatawan turun hingga 100% selama pandemi Covid-19," kata Kepala Bagian Pemandu Keraton Kesepuhan Cirebon, Raden Muhammad Hafid Permadi kepada wartawan di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (27/8/2020).
Sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, jelas Raden, wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Keraton Kesepuhan Cirebon bisa mencapai 1.000 pengunjung setiap hari. Namun, masa pandemi Covid-19 memutar balikkan segalanya.
"Sebelum Covid-19 jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang, dan selama pandemi tidak ada kunjungan sama sekali. Namun, Alhamdulillah setelah dibuka kembali akhir Mei kemarin sudah mulai meningkat kunjungan wisatawan," ungkap Raden.
Meski destinasi wisata khususnya di Kota Cirebon telah dibuka kembali, lanjut Raden, pihak pengelola Keraton Kesepuhan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai virus corona.
Para wisatawan diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, pihak pengelola juga menyediakan fasilitas cuci tangan dan serta harus mengecek suhu tubuh setiap pengunjung.
"Protokol kesehatan wajib hukumnya untuk saat ini, di beberapa titik kami sudah siapkan tempat untuk mencuci tangan, serta panduan untuk menjaga jarak. Kami juga selalu jalin sinergi dengan Pemkot setempat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan, Olahraga dan Pariwisata Dinas Pariwisata Cirebon Wandi Sofyan mengatakkan, pihaknya telah menyiapkan panduan penerapan protokol kesehatan khususnya di objek-objek wisata.
"Hampir semua destinasi wisata khususnya di Cirebon telah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Namun, memang harus diakaui masih ada keterbatasan," ungkap Wandi.
Dijelaskan Wandi, memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan mulai dibukanya kembali objek-objek wisata di Cirebon terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Namun, memang harus diakui masih belum bisa mengembalikan ke angka normal.
"Alhamdulillah, dengan masa AKB ada peningkatan kunjungan wisatawan, namun di beberapa destinasi memang belum maksimal, masih sekitar 20-30%," paparnya.
Diakui Wandi, pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi guna menarik kunjungan wisatawan ke Cirebon. Salah satunya melalui aplikasi Wistakon (Wisata Kota Cirebon).
"Target awal kami 2 juta pengunjung. Oleh karena itu, inovasi dan promosi menjadi sangat penting untuk meencapai target tersebut," tutup Wandi.