INDUSTRY.co.id - Jakarta- Masih dalam semangat #IndonesiaBangkitUntukMaju, #KemerdekaanRI75, #Hakteknas75, melalui Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) yang di selenggarakan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Advertisement

RKTM bidang Perekonomian bertujuan untuk Memulihkan Indonesia dari Pandemi Covid 19 dengan target Pertumbuhan Ekonomi Positif, Penyusunan Strategi Percepatan Realisasi Belanja Negara RI.

Pada kesempatan tersebut, Menristek/Ka.BRIN Riset Bambang Brodjonegoromenyampaikan, Lima Produk Inovasi Riset untuk percepatan penanggulangan pandemi Covid-19, telah siap diproduksi dalam waktu dekat dan di masa depan.

Advertisement

Kelima inovasi tersebut ialah Vaksin Merah Putih Covid-19, Rapid Test, PCR Test, Suplemen, dan Laboratorium Berjalan (Bio Safety Laboratorium - BSL-2).

1. Rapid Test Covid 19 telah diproduksi, dan diharapkan 1 juta unit per bulan dapat di produksi bulan depan, dan kemudian meningkat menjadi 2 juta/bulan. Diharapkan bulan-bulan berikutnya bisa naik 2 juta. Saat ini sedang dipastikan kesiapan industrinya.

Advertisement

2. PCR test kit Covid 19, status saat ini sudah diproduksi hingga 2 juta per bulan.

3. Vaksin Merah Putih* untuk lawan Covid-19, ditargetkan akan diproduksi pertengahan tahun depan.

Advertisement

4. Suplemen untuk peningkatan daya tahan manusia, terhadap Covid-19, sedang menunggu konfirmasi dari BPOM untuk menjadi suplemen lawan Covid-19.

5. Pengembangan Bio Safety Laboratorium (BSL-2), yang sudah di gunakan antara lain di RS TNI AD M Ridwan Meureksa.

Untuk perkembangan lebih lanjut dari ke lima produk Inovasi di atas, Menristek Bambang memastikan akan dilakukan koordinasi untuk menjaga produksi dan hilirisasi dari kelima produk inovasi tersebut.

Sementara itu dari BNPB diinformasikan, jumlah pasien sembuh harian dari Covid-19 per 22 Agustus 2020 menembus angka 2.207 kasus. Data Kementerian Kesehatan mencatat total kesembuhan mencapai 105.198 kasus. 

DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak harian dengan tambahan 649 kasus dengan kumulatif mencapai 22.877 kasus. Jawa Timur terbanyak kedua dengan tambahan 402 kasus dan kumulatifnya mencapai 23.301 kasus. 

Terbanyak ketiga dari Kalimantan Selatan dengan tambahan 230 kasus dan kumulatifnya mencapai 5.307 kasus. 

Kasus aktif sampai hari ini sejumlah 39.706 atau 26,2% dari terkonfirmasi. Untuk penambahan kasus baru sebanyak 2.090 kasus dan total kumulatif mencapai 151.498 kasus. Terbanyak harian ada di DKI Jakarta dengan 588 kasus dan kumulatifnya mencapai 32.855 kasus. 

Terbanyak kedua dari Jawa Timur dengan tambahan 321 kasus dan kumulatifnya menjadi 30.036 kasus. Urutan ketiga terbanyak berada di Jawa Barat dengan 134 kasus dan kumulatifnya menjadi 9.215 kasus.