Erick Thohir Terang-terangan Larang BUMN Ambil Tender Proyek Dibawah Rp 14 Miliar

Oleh : Ridwan | Kamis, 13 Agustus 2020 - 07:45 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melarang perusahaan BUMN untuk ikut dalam tender proyek yang digarap oleh BUMN lainnya dengan nilai investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp250 juta hingga Rp14 miliar.

Erick mengatakan proyek-proyek dengan besaran nilai tersebut harus diberikan oleh pemain dengan kategori Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Ia tidak mau lagi memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan besar ataupun sesama BUMN terlibat dalam proyek-proyek tersebut. 

Dijelaskan Erick kebijakan yang memberikan keberpihakan lebih pada UMKM ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2020.

"Kami ingin membantu UMKM karena itu InsyaAllah 17 Agustus akan launching, kita enggak mau lagi capex BUMN yang Rp250 juta-Rp14 miliar diambil BUMN juga. Saya sudah keluarkan peraturan menteri di mana BUMN enggak boleh saling tender," kata Erick dalam diskusi publik P2N Nahdlatul Ulama (NU), Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan bahwa saat ini sembilan BUMN telah berkomitmen untuk ikut serta mendukung UMKM bisa menyerap capex yang telah dialokasikan tersebut. 

Nantinya di Januari 2021 Erick mengatakan akan ada tambahan lagi sehingga jumlah BUMN yang berpartisipasi menjadi 30 perusahaan. 

Dirinya berharap setelahnya di Juli hingga Desember tahun depan seluruh BUMN bisa ikut berpartisipas dalam kebijakan ini.

"Kita harapkan kalau seluruh BUMN berjalan nanti kurang lebih setahun itu capex-nya Rp18 triliun lebih," ujar Erick.

Ia mengatakan ada delapan kelompok kegiatan belanja BUMN yang bisa ditawarkan pada UMKM di antaranya material konstruksi, pengadaan dan sewa peralatan-mesin, jasa konstruksi dan renovasi, jasa perawatan peralatan dan mesin, jasa ekspedisi dan pengepakan, jasa advertising, pengadaan dan sewa perlengkapan-furnitur, serta catering dan snack.

"InsyaAllah nanti kita lebarkan enam lagi, tapi saya menganut prinsip lebih baik dimulai dari yang kecil tapi jalan dari pada janji-janji tidak bisa diimplementasikan," tutur Erick.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mappilu PWI Kunjungi Kapolri yang Diwakili Asops Kapolri, Irjen. Pol. Imam Sugianto, M.Si. di Mabes Polri

Rabu, 23 September 2020 - 08:45 WIB

Mappilu PWI Minta Ketegasan Polri Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Pilkada 2020

'Roadshow’ ini dalam rangka persiapan diskusi yang dilatar belakangi oleh gelaran Pilkada Serentak 2020 yang oleh banyak kalangan diminta untuk ditunda meski oleh Pemerintah dan DPR ditetapkan…

Pemakaman Pasien Covid-19

Rabu, 23 September 2020 - 08:44 WIB

Dunia Masih Berduka! Ini 10 Negara dengan Kasus Corona Terbanyak di Dunia Saat Ini

Jakarta - Virus corona (Covid-19) semakin merajalela. Per Rabu (23/9/2020) ini sudah ada 31.750.386 orang yang terinfeksi secara global.

Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

Rabu, 23 September 2020 - 08:20 WIB

Merinding! Ini Pidato Jokowi dalam Sidang Majelis Umum PBB

Presiden Joko Widodo memberikan pidato pertama dalam Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara virtual.

Rebecca Alexandria [boombastis.com]

Rabu, 23 September 2020 - 08:03 WIB

Viral! Gadis Cantik Juara Ballet Internasional dari Keluarga Kurang Mampu, Luput dari Perhatian Pers Indonesia

Jakarta-Belum lama ini viral di media sosial, postingan yang menampilkan sosok Rebecca, dengan menuliskan: “ Juara ballet di berbagai negara yang berasal dari latar belakang keluarga kurang…

Industri Otomotif

Rabu, 23 September 2020 - 07:45 WIB

Relaksasi Pajak Mobil Baru Nol Persen Masih Harus Tunggu Tanda Tangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merespons permintaan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai relaksasi pajak pembelian mobil baru hingga nol persen untuk pajak kendaraan…