Amankan Produksi, Petani Kalbar Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan

Oleh : Wiyanto | Minggu, 02 Agustus 2020 - 13:51 WIB

Pertanian Kalimantan barat
Pertanian Kalimantan barat

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Akhir-akhir ini masyarakat mulai sadar akan bahaya dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintesis dalam bidang pertanian. Petani mulai tergerak untuk mengurangi penggunaan bahan kimia non alami, seperti pupuk anorganik dan pestisida kimia sintesis dalam produksi pertanian. 

Pangan yang sehat dan bergizi dapat diproduksi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami (lokal) atau yang dikenal sebagai pertanian organik.

Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen dan tidak merusak lingkungan.

Dalam rangka mendorong serta memotivasi para petani dalam menerapkan pertanian organik, UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menggelar Bimbingan Teknis Pemanfaatan Bahan Alami Pada Tanaman Padi yang diselenggarakan di Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur I, Desa Peniti Luar Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, Minggu (2/8/2020).

Pada kesempatan tersebut, petani dilatih untuk membuat bahan pengendali organik yang berasal dari pestisida nabati dan agensia hayati, serta pembuatan mikro organisme lokal (MOL) yang berfungsi sebagai pupuk organik.

Petugas POPT Kecamatan Jongkat, Diky Dwi C, yang memandu kegiatan tersebut menuturkan pembuatan pestisida nabati dan Mikro organisme Lokal (MOL) tidaklah sulit. "Siapapun dapat mencobanya dengan biaya murah, bahkan tanpa biaya sekalipun," sebutnya.

Pada bimbingan teknis ini petani memakai campuran daun pepaya dan daun sirsak sebagai bahan pembuatan pestisida nabati. Sedangkan untuk bahan pembuatan MOL petani menggunakan rebung bambu, bonggol pisang, air cucian beras dan dan limbah buah-buahan. Namun di samping itu, petani juga bisa menggunakan  bahan-bahan organik lainnya untuk membuat MOL seperti limbah sayur, daun gamal, siput dan lainnya.

Sementara itu agensia hayati yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah trichoderma dan paenibacillus polymiyxa yang berguna sebagai biofungisida, dan perbanyakannya dilakukan pada media cair yakni ekstrak kentang gula.

Formula Biofungisida ini disebut Diky dapat membantu mengendalikan patogen tular tanah serta efektif mengendalikan penyakit kresek / Hawar Daun Bakteri (HDB) pada tanaman padi.

Fauzi, selaku ketua kelompok Tani Makmur I yang juga ikut menjadi peserta bimbingan teknis tersebut menyambut baik dengan adanya pelatihan pembuatan bahan-bahan organik ini sehingga petani di Desa Peniti Luar tidak kesulitan dalam mengendalikan hama penyakit yang menyerang tanaman padi.

"Sebab selain mudah didapatkan bahan bakunya juga tidak ada efek samping bagi makhluk hidup lainnya," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum mengatakan petani adalah kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan di masa pandemi ini.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo, Provinsi Kalbar mendorong percepatan tanam dan upaya peningkatan produksi. Percepatan tanam penting untuk mencapai target produksi padi tahun ini," sebut Florentinus Anum.

Ia pun mewanti-wanti untuk mengejar produksi tetap harus memperhatikan sistem pertanian yang ramah lingkungan.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, sangat penting bagi kita untuk menjaga imunitas tubuh.Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan sehat yang bebas pestisida, sehingga sangat tepat bagi petani untuk berbudidaya pertanian yang sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mendukung upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Kalbar. Pertanian ramah lingkungan akan menjaga ekosistem.

"Ke depan saya ingin pertanian kita menjadi pertanian yang mampu melestarikan lingkungan dan zero waste. Semua termanfaatkan dan tidak ada limbah tersisa," sebutnya.

Suwandi menjelaskan limbah dan produk sampingan diolah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Di berbagai daerah, petani sudah menerapkan konsep ini.

"Dan supaya percepatan direplikasi ke wilayah atau petani yang lain," tegasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Tenaga Medis Covid-19 (ist)

Selasa, 22 September 2020 - 10:17 WIB

Masyarakat, Please Disiplin! Tenaga Medis Lelah, Relawan: Kalau Begini Terus Kita Akan Ambruk

Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jossep F William mengemukakan banyak relawan tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit mengalami keletihan dan bahkan…

Wakil Ketua DPR RI - Rachmat Gobel Saat Kunjungan Kerja ke Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Photo by Rifky/Man)

Selasa, 22 September 2020 - 10:15 WIB

DPR Dorong Pemerintah Kembangkan Transportasi Berbasis Rel Sebagai Primadona

Menurut Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini, kemajuan transportasi berbasis rel merupakan indikator kemajuan pembangunan suatu negara.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro

Selasa, 22 September 2020 - 10:03 WIB

Hingga Bulan September, Pasien Sembuh Dari COVID-19 Mencapai Lebih Dari 72 Persen

Tercatat, pada Senin (21/9/202) jumlah pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 3.870 kasus. Tiga provinsi tertinggi yakni DKI Jakarta (1.299), Jawa Timur (341) dan Jawa Tengah (321).

Collins Marketplace Jawaban untuk Kebutuhan Kawasan Kuliner Outdoor

Selasa, 22 September 2020 - 10:00 WIB

Collins Marketplace Jawaban untuk Kebutuhan Kawasan Kuliner Outdoor

diperlengkapinya setiap unit ruko ini dengan double façade dengan Outdoor Park seluas 800 m2 yang menjadi magnet bagi pengunjung ruko.

Pelaku jasa konstruksi

Selasa, 22 September 2020 - 09:47 WIB

Tingkatkan Profesionalitas Pelaku Jasa Konstruksi, Kementerian PUPR Mulai Seleksi Pengurus LPJK 2021-2024

Pembentukan pengurus LPJK periode 2021 – 2024 dilaksanakan oleh Tim Panitia Seleksi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 489/KTPS/M/2020 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pengurus…