INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Kolombia Priyo Iswanto, Selasa (18/4). Diplomat senior yang juga dipercaya merangkap sebagai Dubes RI untuk Antigua dan Barbuda itu mengunjungi Arief di Kantor Kemenpar, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat guna beraudiensi.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada Selasa (18/4/2017) di Kantor Kemenpar, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat menerima kunjungan oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Kolombia Priyo Iswanto.
Dalam kesempatannya, Priyo bercerita mengenai hubungan Indonesia dengan Kolombia yang berjalan dengan baik. Apalagi Indonesia berperan dalam menyumbangkan ide tentang rekonsiliasi antara Pemerintah Kolombia dengan kelompok The Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).
“Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat status bebas visa kunjungan dari pemerintah Kolombia,” ujar Priyo, melalui siaran pers, Jakarta, Selasa (18/4/2017)
Menurutnya, angka terakhir jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Kolombia ke Indonesia mencapai 3.800 orang.
“Angka tersebut masih kecil, sekitar 0,1 persen dari total outbond Kolombia, namun angka tersebut menurut saya potensial berkembang karena di sana ada kebiasaan bagus, yaitu warga Kolombia setahun sekali harus berlibur,” sambungnya.
Priyo juga mengungkapkan komitmennya untuk terlibat dalam Indonesia Incorporated dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Mantan kuasa usaha ad interim Indonesia di Roma itu juga sudah punya jurus.
Priyo mempunyai ide yakni, dengan mengirimkan wartawan Kolombia ke Indonesia untuk mempublikasikan potensi wisata Indonesia dan mengembangkan kerja sama dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).
“Saya mengusulkan agar Kolombia masuk dalam daftar negara bebas visa kunjungan ke Indonesia,” katanya.
Hanya saja, jarak tempuh Kolombia ke Indonesia memang relatif lama. Hitungannya mencapai 26 jam on board dengan waktu transit antara 4 sampai 6 jam.
Menpar Arief Yahya pun antusias menyambut gagasan Priyo. Ia mendukung penuh ide Priyo untuk mengirim wartawan Kolombia ke Indonesia dan menggandeng ASITA.