INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggaran dana Rp1 triliun yang telah disiapkan oleh Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) dapat segera diberikan kepada koperasi-koperasi dan selanjutnya juga diberikan kepada anggota yakni para pelaku usaha secepat-cepatnya. Hal tersebut berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo.
"Gerakkan koperasi secepat-cepatnya. Berikan dorongan pinjaman kepada pelaku-pelaku usaha, utamanya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” imbuh Jokowi dilansir redaksi Industry.co.id dari laman Setneg pada Jumat (24/7).
Jokowi beralasan, dirinya melihat sejumlah indikator dari aktivitas ekspor yang trennya naik dibanding pada bulan Juli ini dibanding bulan Mei lalu.
"Momentum-momentum ini agar jangan dilewatkan," ujarnya.
“Kita hanya punya waktu untuk ungkitan ini Juli, Agustus, September. Kalau kita mengungkit ini, Insya Allah nanti di kuartal keempat lebih mudah, tahun depan kita akan jauh lebih mudah. Kesempatan kita di bulan Juli, Agustus, September,” tambahnya.
Menurut Presiden, bantuan modal kerja ini akan memperbaiki likuiditas dari koperasi sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM yang nilainya dari Rp2 miliar sampai Rp50 miliar dan bunganya juga telah diberitahukan menurun 3% sehingga sangat kompetitif.
”Jadi koperasi diberikannya ke anggota, pelaku usaha juga jangan tinggi-tinggi. Berapa biasanya diberikan kepada anggota? Kalau dari LPDB 3%, ke sana berapa? 12%, 12% berarti baik, syukur bisa di bawah itu lebih baik lagi. Ini yang kita inginkan,” tutur Jokowi.
Jadi, Jokowi menegaskan bahwa semua koperasinya bergerak, sebentar lagi di awal Agustus ini juga akan diberikan bantuan modal kerja produktif pada 12 juta UMKM yang diharapkan akan mengungkit ekonomi kita sehingga total nilai sebagaimana disampaikan Menteri KUKM kurang lebih Rp381 miliar.
”Saya kira ini juga angka yang dan jangan berhenti besok tambah lagi, besok tambah lagi, minggu depan tambah lagi, minggu depan tambah lagi sehingga koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditasnya baik dan bisa memberikan pinjaman kepada para anggotanya,” jelasnya.
Untuk itu, Jokowi berharap proses bantuan LPDB kepada koperasi bisa cepat disalurkan.
"Jangan koperasinya tutup baru dibantu, sehingga enggak ada artinya," ucapnya.
”Sekali lagi saya harapkan ini adalah awal dari pemberian bantuan likuiditas pada koperasi dan kita harapkan jumlah yang tadi saya sampaikan Rp1 triliun itu betul-betul nanti segera bisa disalurkan secepat-cepatnya kepada koperasi-koperasi yang ada di tanah air,” pungkas Jokowi.