Wow, Bhinneka.com Ajak UMKM Rebut Peluang Usaha

Oleh : Wiyanto | Senin, 13 Juli 2020 - 14:58 WIB

UMKM binaan Bhinneka.com
UMKM binaan Bhinneka.com

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Situasi yang melanda Indonesia sejak awal tahun hingga sekarang, menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peran dan fungsi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menopang perekonomian bangsa. Hal ini menjadi salah satu alasan yang mendorong Bhinneka.Com meluncurkan gerakan Gerakan #BangkitLagi.

Di mana para pelaku UMKM yang tergabung sebagai merchant di marketplace Bhinneka.Com dapat bergabung dalam aplikasi Belanja Pengadaan (Bela Pengadaan) oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam gerakan #BangkitLagi yang bergulir mulai 1 Juni lalu ini, UMKM Indonesia diberikan peluang untuk memperluas pasar produk-produk lokal berkualitas ke korporasi hingga institusi pemerintah. Gerakan ini sejatinya senada dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018. Bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan peran serta Usaha Mikro dan Usaha Kecil adalah dengan mendorong Usaha Mikro dan Usaha Kecil untuk dapat berpartisipasi dalam proses Pengadaan Barang/Jasa yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

Saat ini pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sedang mengembangkan sebuah aplikasi Belanja Pengadaan (Bela Pengadaan) guna memfasilitasi Pengadaan Langsung atas Barang/Jasa Lainnya yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD dengan nilai paling banyak Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) per transaksi. Saat ini, terdapat tiga kategori produk yang sudah aktif, yaitu: souvenir, ATK, dan Makanan.

“Tak ada momen yang lebih pas dibanding saat ini, ketika semua pihak, bahkan dari Presiden Joko Widodo hingga para pelaku e-commerce seperti Bhinneka.Com bergotong royong memperluas ruang gerak UMKM. Ditandai dengan gerakan #BangkitLagi, lalu #BanggaBuatanIndonesia, dan baru-baru ini ada lewat e-Katalog khusus UMKM yang disebut Bela,” ungkap Founder & CEO Bhinneka.Com, Hendrik Tio di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Secara nyata, gerakan #BangkitLagi membuka gerbang kesempatan bagi para pelaku UMKM Tanah Air untuk memperbesar volume penjualannya, yakni dengan menyasar lebih dari 1,5 juta korporasi dan institusi pemerintah yang telah dilayani sebagai pelanggan Bhinneka.Com lebih dari 20 tahun.

Kesempatan peningkatan volume penjualan ini pun bisa dilakukan baik di platform Bhinneka.Com sendiri, maupun sekaligus di platform Bela mengingat ada proses kurasi yang ditentukan oleh pemerintah demi menjaga iklim bisnis yang sehat dan kompetitif. Karena itulah, kegigihan dan keuletan para pelaku UMKM turut menjadi kunci penting kesuksesannya kendati sesulit apapun keadaannya.

Ada pun selama pandemi hingga masa transisi ke kenormalan baru beberapa pekan terakhir, pertumbuhan bisnis Bhinneka.Com tetap positif walau mengalami perlambatan. Sementara itu, di sisi marketplace tercatat peningkatan merchant atau mitra pemasar di platform Bhinneka.Com yang mencapai 30% dibanding kwartal sebelumnya, sehingga diharapkan mampu mengejar permintaan pasar yang terus bertumbuh seiring waktu.

“Semua berjalan selaras, karena secara teknis semua UMKM Merchant Bhinneka.Com dengan pendapatan kurang dari Rp2,5 miliar per tahun mendapatkan akses memasarkan langsung ke pemerintah. Namun, tidak langsung diterjunkan begitu saja, karena Bhinneka.Com akan memberikan pendampingan penguatan strategi pemasaran agar mampu bersaing,” lanjut Hendrik.

Di sisi lain, para Merchant UMKM Bhinneka.Com juga bisa mendapatkan akses teknologi yang mempermudah pengelolaan toko-toko online di berbagai Marketplace lainnya. Dengan teknologi Crinoid dari Bhinneka.Com, pengaturan stok, pengaturan harga hingga promo di berbagai lapak digital bisa dikelola sekaligus. Sangat efisien bagi sebuah rintisan usaha.

Khusus dalam gerakan #BangkitLagi, para pelaku UMKM bisa mendapatkan gratis biaya instalasi senilai Rp3,5 juta yang hanya berlaku sekali per aktivasi. Selanjutnya, biaya layanan mendapat diskon hingga 80% atau dikenakan per transaksi mulai dari Rp3.000 saja.

Melengkapi semua dukungan yang diberikan kepada UMKM Indonesia, gerakan #BangkitLagi juga memungkinkan para Merchant mendapatkan bantuan permodalan secara B2B dari mitra penggerak finansial Bhinneka.Com dengan kisaran Rp10 juta - 200 juta. Para mitra tersebut, di antaranya: Akseleran, Avantee, dan Duha Syariah untuk pendanaan bebas riba.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) (Photo by RRI)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Legislator Ini Desak Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Belmera: Jangan Tambahin Beban Baru, Rakyat Lagi Susah

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mendesak Pemerintah untuk menunda kenaikan tarif tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Tilang oleh Polisi Lalulintas

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:28 WIB

Catat! Kena Tilang Ganjil Genap di Denda Rp500 Ribu, Pelanggar: Saya Gak Tahu Jalan dari Bandung ke Jakarta, Padahal Udah Liat Google Maps

Wakil Kasat Lantas Polrestro Jaktim Kompol Maulana mengatakan di hari pertama sanksi tilang terhadap pelanggar ketentuan ganjil-genap di Jakarta Timur didominasi oleh pengendara dari luar wilayah…

PT Sumber Global Energy Tbk

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:10 WIB

PT Sumber Global Energy Tbk Raih Rp54 Miliar Dana IPO

PT Sumber Global Energy Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat ke-35 sepanjang 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp54 miliar.

 PT Pegadaian (Persero)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Webinar Emas Merdeka Pegadaian Sukes Sedot 19.000 Peserta

Webinar yang bertajuk “Merdeka Finansial di Era New Normal” ini diadakan serentak di seluruh Indonesia dengan menghadirkan 12 Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) dan 8 (delapan)…

Ilustrasi Investasi di Jakarta Selatan

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Catat! Ini Fakta-fakta Jakarta Selatan Makin Seksi untuk Investasi

Realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah kota administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp13,5 triliun.