Samsung Electronics Dinobatkan Sebagai Merk Terbaik di Asia Versi Asia’s Top 1000 Brands

Oleh : Hariyanto | Jumat, 10 Juli 2020 - 17:42 WIB

Samsung
Samsung

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Samsung Electronics kembali dinobatkan sebagai merek terbaik di Asia pada tahun 2020, sebuah pencapaian sembilan tahun berturut-turut, menurut hasil dari survei tahunan  ‘Asia’s Top 1000 Brands’ yang dijalankan oleh Campaign Asia-Pacific yang bekerja sama dengan Nielsen.

Informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (10/7/2020) menyebut, peringkat ini dikumpulkan dari 15 kategori produk utama termasuk otomotif, ritel, F&B, dan elektronik - didasarkan pada pandangan konsumen dan menawarkan pengukuran yang jelas dari nama-nama merek yang sangat dihormati yang menjadi “top of mind” di wilayah ini.

Samsung menjadi nomor satu dalam lima kategori dalam survei Top 1000 Brands tahun ini, termasuk: merek lokal terkuat, merek dengan rekor terbaik dalam keberlanjutan (kategori baru pada 2020), serta merek teratas dalam ponsel, TV, dan kategori teknologi rumah pintar.

Studi ini mengeksplorasi sikap konsumen di 14 pasar di Asia. Untuk memastikan keterwakilan yang akurat melalui penelitian ini, survei ini menargetkan usia, jenis kelamin, dan pendapatan rumah tangga bulanan untuk membangun lanskap survei yang berimbang.

Top 1000 Brands Asia menggabungkan data dari survei online yang dikembangkan oleh Campaign Asia-Pasifik dan Nielsen, penyedia informasi dan insight global. Survei dilakukan antara 21 Februari dan 19 Maret 2020.

Studi ini mengeksplorasi sikap konsumen di 14 pasar: Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Penelitian menggunakan responden sejumlah 400 orang di setiap pasar.

Di Jepang, India dan Cina, partisipan di masing-masing tempat berjumlah 800, 1200 dan 2000 orang. Untuk mewakili populasi pasar, survei menggunakan kuota sasaran umur, jenis kelamin dan pendapatan rumah tangga bulanan.

Studi ini mencakup 15 kategori utama: alkohol; pakaian dan aksesoris; otomotif; minuman; elektronik konsumen; layanan kurir; jasa keuangan; makanan; peralatan rumah tangga; perawatan rumah tangga dan pribadi; media dan telekomunikasi; restoran; ritel; properti olahraga; dan transportasi, perjalanan dan rekreasi.

Dalam kategori utama ini ada 84 sub-kategori. Kategori dan sub-kategori berubah sedikit setiap tahunnya. Tahun ini, sub-kategori baru yaitu layanan pesan ditambahkan dalam kategori media & telekomunikasi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Kabar Baik! Menko Luhut Pastikan Perusahaan Teknologi Asal Hongkong Bakal Tanam Modal Rp3,8 Triliun di Indonesia

Perusahaan teknologi asal Hongkong, Amperex Technology Limited (ATL) akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Adapun nilai investasinya sebesar USD 2,6 miliar atau setara Rp3,8…

Wakil Tetap RI, Dubes Dian Triansyah Djani

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:30 WIB

Pimpin Sidang di Markas PBB, Indonesia Dorong Stabilisasi Guinea-Bissau

Indonesia dorong stabilisasi Guinea-Bissau saat memimpin pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau, yang diselenggarakan di Markas Besar PBB.

Sambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Perlombaan Diikuti oleh Seluruh WNI di Pyongyang

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:15 WIB

Rayakan Kemerdekaan, WNI di Pyongyang Ikuti Lomba-Lomba Khas Indonesia

KBRI Pyongnyang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia selenggarakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh WNI di Pyongyang sejumlah 18 orang.

Direktur Eksekutif Pusat Sosial dan Politik Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:12 WIB

Ngeri! Pengamat Cantik Ini Sebut Banyak Calon Tunggal Di Pilkada, Bukti Kemerosotan Demokrasi

Jakarta-Pagelaran Pilkada serentak akan kembali diselenggaran pada 9 Desember 2020. Hampir sebagian besar bakal calon kepala daerah sudah mendapat rekomendasi partai politik untuk maju bertarung…

Teknisi perbaikan pesawat

Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:10 WIB

Sepi Job, Teknisi Bengkel Pesawat Terpaksa Nganggur

Pukulan telak ke bisnis penerbangan juga berdampak pada lesunya usaha bengkel pesawat, bahkan sudah banyak teknisi atau pekerja bengkel pesawat yang menganggur.