Industri Gelas Kaca Minta Pemerintah Hapus Ambang Batas Minimum Pemakaian Gas

Oleh : Ridwan | Selasa, 07 Juli 2020 - 18:15 WIB

Industri gelas kaca (ist)
Industri gelas kaca (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) mengapresiasi langkah konkret pemerintah menurunkan harga gas bumi untuk industri melalui Kepmen ESDM Nomor 89 Tahun 2020 yang telah mulai dimplementasikan dalam tagihan bulan Juli tahun ini.

"Kami sangat apresiasi langkah-langkah pemerintah dalam mengimplementasikan penurunan harga gas dimana 44% produsen gelas kaca telah menerima stimulus harga gas USD 6/MMBTU, sementara sisanya masih memakai harga lama," kata Ketua Umum APGI Henry Susanto saat dihubungi Industry.co.id di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Sayangnya, jelas Henry, stimulus harga gas tersebut masih belum bisa dirasakan para produsen gelas kaca di wilayah Jawa Timur (Jatim). Hal ini dikarenakan proses Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk wilayah Jatim baru bisa selesai bulan Agustus 2020.

"Ya, PJBG nya belum selesai. Mereka baru bisa menikmati stimulus harga gas sebesar USD 6/MMBTU bulan depan," ungkapnya.

APGI sangat berharap agar implementasi Kepmen ESDM tersebut dapat segera terlaksana agar dapat membantu industri gelas kaca yang tengah mengalami kesulitan di masa pandemi saat ini.

Diungkapkan Henry, harga gas menjadi kendala utama industri gelas kaca di Tanah Air. Pasalnya, hampir 30% cost produksi dikeluarkan untuk biaya energi atau gas.

Henry optimis dengan stimulus harga gas baru sebesar USD 6/MMBTU mampu meningkatkan daya saing industri gelas kaca nasional, sehingga mampu berjaya di negeri sendiri bahkan di pasar ekspor.

Disis lain, tambah Henry, pihaknya juga sangat mengharapkan agar batas minimum pemakaian gas dapat dihilangkan. Pasalnya, sejumlah produsen gelas kaca masih belum bisa berproduksi secara normal.

"Dalam situasi pandemi saat ini, banyak pabrik anggota kami belum bisa berproduksi secara normal. Oleh karenanya, kami meminta penangguhan ambang batas minumum pemakaian gas," turur Henry.

Lebih lanjut, Henry menjelaskan, kapasitas terpakai industri gelas kaca dalam negeri saat ini hanya sekitar 70%. Diharapkan dengan penurunan harga gas bisa mendongkrak utilitas terpasang sampai 90%.

"Namun, hal ini membutuhkan waktu terutama selama pandemi Covid-19, dimana anggota APGI tidak dapat berusaha secara bebas karena adanya peraturan PSBB. Kami harapkan tahun depan akan terlihat peningkatan tersebut," kata Henry.

Menurutnya, situasi pasar saat ini sangatlah lemah. Ditambah lagi dengan menumpuknya stok barang di gudang-gudang pabrik. Hal ini dikarenakan, banyaknya trader barang-barang gelas kaca di tutup oleh Pemerintah Daerah (Pemda) karena PSBB, disisi lain produksi tetap berjakan karena beberapa pabrik telah mendapatkan izin IOMKI dari Kementerian Perindustrian.

"Akibatnya barang bisa diproduksi tetapi tidak bisa dijual. Beberapa anggota APGI terpaksa berhenti berproduksi, ditambah dengan banyaknya pengangguran baru maka daya beli masyarakat juga melemah. Maka pasar pun turut melemah," tutup Henry.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:29 WIB

Keren! Jumlah Subscribernya Lebih dari 1 Juta , Kini Sicepat Ekspres Bagikan Hujan Hadiah Youtube Sebesar 7.5 Milyar

Jakarta-SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Partai Demokrat Agus Yudhoyono

Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:38 WIB

Ketum Demokrat Agus Yudhoyono Temui Ketua DPR Puan Maharani di Ruang Kerja, Ada Apa?

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu diruang kerja Puan Maharani di gedung DPR pada Kamis (6/8) Pertemuan kedua tokoh muda tersebut…

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasanya. Hanya brand dengan tim Research & Development yang super kreatif yang bisa memenangkan persaingan di era kompetisi bisnis yang sangat ketat ini.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:59 WIB

Pertama di Indonesia! Inilah Brand-Brand yang Super Kreatif dan Sukses Memenangkan Persaingan di Era Kompetisi Bisnis yang Sangat Ketat

Jakarta– Inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk/jasa secara nyata telah memberikan dampak yang positif bagi sebuah brand untuk tetap survive dan bersaing di kompetisi bisnis yang…

Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Doc: Kementan)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:04 WIB

Nasrullah Didapuk Jadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penyegaran organisasi pada pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kementerian Pertanian. Dalam penyegaran ini, Direktur Jenderal Peternakan…

Pabrik Semen Baturaja (Bm)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:30 WIB

20,48 Persen Laba Bersih 2019 Semen Baturaja Dibagikan Sebagai Dividen Tunai

Jakarta - Para pemegang saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), sebuah BUMN industri semen di Sumatera Selatan, dalam Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (05/08/2020),…