INDUSTRY.co.id - Jakarta - Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri menemui asosiasi importir Pakistan untuk mendorong ekspor suku cadang otomotif dari Indonesia ke Pakistan, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Islamabad yang diterima di Jakarta, Kamis (13/4/2017)

Menurut Dubes Iwan, Pakistan merupakan pasar potensial bagi produk suku cadang (spare parts) otomotif Indonesia karena meningkatnya kalangan menengah dan berkembangnya kebijakan otomotif Pakistan pada 2016, yang merangsang pertumbuhan industri otomotif di Pakistan.

Untuk menangkap peluang tersebut, Dubes RI mengadakan "working dinner" dengan asosiasi importir suku cadang otomotif Pakistan (Pakistan Auto Spare Parts Importers and Dealers Association/PASPIDA) di Pearl Continental Hotel Lahore pada 8 April 2017.

Pertemuan dengan PASPIDA itu dimanfaatkan oleh Dubes RI untuk menjaga peluang ekonomi pasar suku cadang otomotif Pakistan sekaligus memperkuat jaringan kerja.

Dalam sambutannya, Ketua PASPIDA Sheikh Abdul Jabbar menyampaikan apresiasi kepada Dubes RI yang datang ke Lahore untuk bertemu dengan pengurus inti PASPIDA.

"Kami berniat mengimpor suku cadang dari Indonesia, dan memohon bantuan Dubes untuk pengaturan rencana kunjungan ke Indonesia guna bertemu dengan eksportir suku cadang otomotif," ujar Abdul Jabbar.

Pengurus PASPIDA lainnya menyampaikan bahwa suku cadang otomotif asal Indonesia cukup diminati dan memiliki pasar yang baik di Pakistan walaupun harus tetap bersaing dengan produk suku cadang dari negara lain, seperti Jepang, China, Thailand, dan India.

"Kami juga siap bekerja sama untuk memfasilitasi pameran produk 'spare parts' otomotif Indonesia di Pakistan untuk lebih mengenalkan produk Indonesia kepada masyarakat bisnis Pakistan," kata Abdul Jabbar.

Menanggapi usulan tersebut, Dubes RI menyambut positif tawaran kerja sama mempromosikan produk suku cadang otomotif Indonesia di Pakistan.

"Kami akan atur pertemuan PASPIDA dengan asosiasi eksportir spare parts otomotif Indonesia dalam waktu dekat," ujar Dubes Iwan. Dia berharap kunjungan delegasi PASPIDA ke Indonesia dapat terlaksana sebelum Mei 2017.

Selain bertemu dengan PASPIDA, dalam kujungan ke Lahore pada 10 April 2017, Dubes RI juga bertemu dengan para importir produk Indonesia lainnya, yaitu dari A.A. Foods (produk makanan); Kyber Traders (produk kosmetika), Copier Zone (produk kertas), dan Shinwari (crockery/barang pecah belah).

Dalam pertemuan itu, Dubes RI menginformasikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi di Indonesia kepada para pengusaha Pakistan. Dubes Iwan juga membahas peluang pengembangan kerja sama bisnis Indonesia-Pakistan dan mengidentifikasi kendala perdagangan yang dihadapi para importir Pakistan serta solusinya.