HOKI Tebar Dividen Rp 28,63 Miliar dan Terus Berupaya Mengarah ke Standar ESG Global

Oleh : Herry Barus | Rabu, 01 Juli 2020 - 08:00 WIB

HOKI Tebar Dividen Rp 28,63 MiliarTerus Berupaya Mengarah ke Standar ESG Global
HOKI Tebar Dividen Rp 28,63 MiliarTerus Berupaya Mengarah ke Standar ESG Global

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“HOKI”), emiten produsen beras berkualitas premium bermerek antara lain, ‘Topi Koki’ dan ‘Hoki’, memutuskan untuk membagikan dividen total sebesar Rp 28,63 miliar atau 27,61% dari laba bersih tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 103,72 miliar. Hal ini telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2019 yang digelar hari ini.

Sukarto Bujung, selaku Direktur Utama HOKI mengatakan, “Sebagai apresiasi kami kepada para pemegang saham, maka dalam RUPS ini manajemen telah mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen dari laba bersih tahun 2019 senilai Rp 12 per saham.”

Selain itu, HOKI juga berupaya meningkatkan value sebagai emiten yang peduli aspek keberlanjutan (sustainability). Saat ini HOKI sedang dalam proses untuk mendapatkan Sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) tahap pertama untuk bisnis berkelanjutan. Dalam mendapatkan sertifikasi tersebut, HOKI bekerja sama dengan Turnkey Group, sebuah platform ESG berkelanjutan global untuk melacak kinerja lingkungan dan praktik terbaik secara efektif agar bisa mendapat pengakuan pihak ketiga yang independen.

Dion Surijata, selaku Investor Relations HOKI mengatakan, “Saat ini kami menggunakan sistem yang dikembangkan Turnkey untuk mengidentifikasi KPI ESG yang paling material, yang kemudian akan dianalisa menjadi laporan mengenai dampak lingkungan melalui Modul Turnkey untuk Carbon, Energy, Water, dan Waste,” ungkapnya.

HOKI sudah mengimplementasikan produksi yang bertanggung jawab dengan tidak menghasilkan limbah berbahaya. Semua mesin pengering (dryer) HOKI menggunakan bahan limbah sekam padi, limbah padi lainnya didistribusikan ke pihak lain sebagai bahan baku pakan ternak, serta diproses menjadi pelet sekam.

“HOKI menargetkan sistem produksi beras tanpa meninggalkan limbah (zero waste). Diharapkan dengan berbagai upaya ini dapat mendukung HOKI untuk mengembangkan strategi keberlanjutan jangka panjang,” tutup Dion.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:17 WIB

Terus Bertambah! Yurianto: 80.094 Orang Positif COVID-19, Sembuh 39.050, Meninggal 3.797

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (15/7) totalnya menjadi 80.094…

Ilustrasi lahan pertanian kekeringan (Foto Ist)

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:00 WIB

Waspada Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan Meteorologis

Berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga 2 (dua) dasarian ke…

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:20 WIB

Pesan Haru Menkeu Ke Karyawan DJP: Kita Jadi Tulang Punggung Negara Wajib Kerja Keras, Tapi Tetap Hati-hati, Sayangi Keluarga Anda, Jaga Mereka

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasii pandemi COVID-19 masih menimbulkan kekhawatiran angka penularan yang tinggi. Namun, sebagai salah satu institusi yang…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:10 WIB

Ditengah Pandemi, Menperin AGK Tegaskan Pemerintah Tetap Fokus Implementasikan Industri 4.0

Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0. Hal ini dibuktikan melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 sejak tahun 2018,…

Oracle

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:00 WIB

Oracle Rilis Inisiatif Baru ‘Oracle Dedicated Region Cloud@Customer’

Didorong oleh permintaan pelanggan yang kuat, Oracle hari ini mengumumkan Oracle Dedicated Region Cloud@Customer, suatu sistem cloud pertama yang dirancang sesuai dengan wilayah dan dikelola…