Tukang Jagal, Perhatikan Aturan Kementan Motong Hewan Kurban

Oleh : Wiyanto | Selasa, 30 Juni 2020 - 23:40 WIB

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita (Doc: Ditjen PKH)
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita (Doc: Ditjen PKH)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dalam Upaya penjaminan kesehatan, keamanan, dan kelayakan daging kurban pada pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1441 H (2020 M), Kementan terus meningkatkan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner hewan kurban.

Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan saat membuka Program Bertani on Cloud Vol.22 dengan Topik Pelatihan Juru Sembelih Halal (30/06).

Menurutnya dalam proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni aspek kehalalan dan aspek Kesejahteraan Hewan (Kesrawan). Kedua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan sehingga peran juru sembelih menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam.

“Hari Raya Idul Adha sebentar lagi, jadi, sangat penting sekali membekali para juru sembelih halal (Juleha) tersebut apalagi ditengah wabah pandemi covid-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan.”

Untuk itu, Kementan telah melakukan serangkaian upaya mulai dari penyediaan regulasi, sosialisasi, pembinaan dan juga akan terlibat dalam pemeriksaan serta pengawasan daging dan hewan kurban.

“Kementan berkomitmen memastikan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Indonesia dapat memenuhi persyaratan teknis dalam rangka menjamin daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat sesuai kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).’’tegas Ketut.

Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) atau Tukang Jagal

Ketut menambahkan berbagai pelatihan dan sosialisasi tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban kepada masyarakat ini sangat penting untuk dilakukan secara massif dalam mengedukasi masyarakat khususnya bagi panitia kurban terkait penanganan hewan kurban, penyembelihan halal, dan penanganan daging kurban yang higienis baik melalui berbagai media secara langsung maupun tidak langsung.

Ia menambahkan terlebih dengan adanya Pandemi Covid-19 saat dimana dilakukan pembatasan sosial (social distancing), pelatihan dan sosialisasi memanfaatkan beraneka ragam aplikasi dan sarana multimedia sehingga informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Di Indonesia panduan tentang penyembelihan yang halal mengacu pada tiga regulasi utama, yaitu: 1) Halal Assurance System (HAS) 23103, Guideline of Halal Assurance System Criteria on Slaughterhouses; 2) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 196 Tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Golongan Pokok Jasa Penunjang Peternakan Bidang Penyembelihan Hewan Halal; dan 3) Standar Nasional Indonesia (SNI) 99002:2016 tentang Pemotongan Halal pada Unggas.

Direktur Kesehatan Masayarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif menjelaskan titik kritis yang dapat menyebabkan daging menjadi tidak halal adalah cara penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syariah agama Islam. Proses penyembelihan harus cepat, sekali ayun dan memotong 3 saluran yaitu: hulqum, mar’i dan wadjadain atau saluran nafas (trachea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah kiri dan kanan yang ada dibagian leher (arteri carotis comunis).

Selain itu, Syamsul juga menambahkan persyaratan prinsip dasar penyembelihan harus dilakukan yakni penanganan ternak yang baik, penggunaan pisau yang tajam, teknik penyembelihan yang cepat dan tepat, satu kali penyembelihan sehingga tidak menginduksi kesakitan yang berlebihan, pengeluaran darah yang tuntas, serta kematian yang sempurna. “Kecakapan Juru sembelih dapat berpengaruh terhadap kualitas daging dan kehalalan daging kurban” tutur Syamsul.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian, menyampaikan program Bertani on Cloud yang merupakan program hasil pengembangan pelatihan e-learning yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan bersama, baik teori maupun praktek dalam menciptakan SDM Pertanian khususnya pelatihan Juleha yang berkualitas dan professional secara berkelanjutan.

“Kedepannya diharapkan akan lebih banyak lagi juru sembelih yang kompeten memahami kaidah penyembelihan sesuai dengan kaidah Islam” harapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi ANTAM (Foto Sindonews.com)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:15 WIB

Investor Tolong Catat! Antam Masih Jadi Bagian dari Indeks LQ45 dan IDX30 di BEI

ANTM mengungkapkan bahwa perseroan masih menjadi bagian dari Indeks LQ45 dan IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pihak BEI untuk periode perdagangan…

Sunindo Adipersada IPO (TOYS) (Photo by IDX channel)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Sunindo Adipersada (TOYS) Tawarkan 170 Juta Saham di Lantai Bursa

PT Sunindo Adipersada, produsen boneka Internasional pada Kamis (6/8/2020) resmi mencatatkan diri sebagai emiten baru di Bursa Efek Indonesia.

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Pelatih Robert Pastikan Nazari dan Castillion akan Kembali ke PERSIB

Menjelang latihan bersama pada awal pekan depan, pelatih PERSIB Robert Alberts memberikan keterangan terkait tiga pemain asing yang masih berada di luar negeri. Seperti diketahui, tiga legiun…

Berkembangnya Industri Ritel Dipengaruhi Pengalaman Belanja yang Memuaskan

Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Berkembangnya Industri Ritel Dipengaruhi Pengalaman Belanja yang Memuaskan

Ketika banyak perusahaan mulai beroperasi kembali dan bangkit dari pandemi COVID-19, daya tahan atau ketangguhan perusahaan ritel dan supply chain-nya akan lebih diuji lagi. Salah satu perubahan…

Wamenkeu Suahasil Nazara

Kamis, 06 Agustus 2020 - 16:45 WIB

Wamenkeu: PPID Harus Ada Bersama Pengambil Kebijakan, Tidak Berada di Belakang

Informasi mengenai upaya pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus transparan.