INDUSTRY.co.id - Lazimnya, gelaran peragaan busana menampilkan produk atau hasil karya dari para perancang atau butik ternama. Tapi tidak yang dilakukan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Selatan, Rabu (12/4) kemarin, di Grand Sheraton Hotel, Gandaria City, Jakarta. Peragaan busana yang diberi judul “Fashion Simphony” ini menghadirkan berbagai produk hasil dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Deretan busana yang diperagakan ternyata tidak kalah dengan karya perancang atau butik ternama. Apalagi bahan busana yang dipamerkan sebagian besar merupakan produk dalam negeri.
“Jangan lihat hanya busananya saja. Peragaan busana yang kami gelar lebih komplit sifatnya. Karena selain busana, mulai dari ujung rambut sampai kaki merupka karya UMKM. Misalnya produk perawatannya, asesorisnya, tasnya, sepatunya, sampai produk makanannya semua ikut diperagakan dalam satu waktu,” kata Ketua DPC IWAPI Jaksel, Julie Laiskodat.
Lebih lanjut ia mengatakan, acara ini digelar karena menyadari pentingnya sebuah kreativitas dalam menjalani usaha dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Momentum tersebut, lanjut dia, sangat cocok untuk pelaku UMKM dalam negeri untuk meningkatkan kualitas barang dan pelayanan jasa karena dihadapkan dengan pasar yang lebih luas.
"Melalui Fashion Symphony 2017, IWAPI ingin terus menyebarkan semangat wirausaha kepada para perempuan di Indonesia. Hal tersebut harus dilakukan agar perempuan Indonesia bisa mandiri secara ekonomi dan mampu bersaing dalam era MEA," ungkap Julie.
Lebih lanjut, Julie mengatakan, tujuan dari diselenggaranya acara ini untuk memperkenalkan produk handmade karya UMKM anggota IWAPI Jakarta Selatan kepada masyarakat luas. "Produk yang dihasilkan kualitasnya tidak kalah dengan produk produksi luar negeri," katanya
Peserta acara ini, kata Julie, terdiri dari pelaku UMKM di wilayah Jaksel, dan juga merupakan bagian dari anggota IWAPI Jaksel, yang sampai saat ini memiliki hampir 200 orang anggota dari jumlah keseluruhan di Indonesia yang lebih dari 30.000 pengusaha.
"Ada sekitar 50 UMKM yang terlibat dalam acara ini. Mereka hadir untuk memperkenalkan berbagai produk lokal hasil karyanya, seperti garmen, fashion, kosmetik, kuliner, hingga spa. Kami menghadirkan koleksi rancangan busana, aksesoris, tas, beserta sepatu dari hasil kreativitas mereka," tambahnya.
Sementara itu Dewi Motik Pramono sebagai pendiri dan Pembina IWAPI, mengatakan apa yang dilakukan oleh IWAPI Jakarta Selatan bisa menjadi model bagi cabang IWAPI lain di Indonesia. “Saya salut dan bangga dengan IWAPI Jakarta Selatan yang memiliki ide cemerlang menyelenggarakan acara ini. Tadinya saya pikir cuma peragaan busana biasa. Tidak tahunya model yang berjalan dilengkapi dengan produk UMKM lainnya. Bahkan dengan makanannya sekalian. Ini bisa dijadikan contoh bagi cabang IWAPI lainnya,” kata Dewi Motik yang mendirikan IWAPI 42 tahun yang lalu. (AMZ)