INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi II DPR RI Johan Budi S. Pribowo mengingatkan kepada Kementerian Keuangan mengenai dana untuk pelaksanaan tahapan awal Pilkada yang dimulai sejak 15 Juni 2020 lalu sebesar Rp 1,02 triliun yang belum terealisasi atau belum cair. 

“Dari penjelasan Ketua KPU dan Ketua Bawaslu pada RDP Komisi II, ternyata sampai dengan hari ini dana yang diajukan dan sudah disetujui tersebut belum masuk ke dalam rekening KPU maupun Bawaslu,” ucap Johan di Jakarta, Kamis (25/6).

Ia mengaku masih ingat betul, ketika Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan bahwa anggaran tersebut menjadi penting, karena kalau tidak segera dicairkan maka akan mengganggu tahapan-tahapan berikutnya.

“Saya mendengar (dana tersebut) belum cair. Sekarang sudah tanggal 25 Juni 2020, padahal saya ingat betul pertengahan Juni sudah harus dicairkan. Oleh karenanya hal ini harus segera dicarikan solusinya,” tandasnya. 

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan ada beberapa agenda utama KPU ditahun 2021 mendatang. 

Menurutnya pertama, melakukan perubahan struktur organisasi sesuai dengan Perpres Nomor 105 Tahun 2018.  Kedua, melakukan pemenuhan sarana dan prasarana seluruh Satker KPU secara bertahap.

“Melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan kepada masyarakat dan pemilih pemula berkaitan dengan sistem kepemiluan di Indonesia,” terang Arief