SBY Angkat Bicara soal RUU HIP: Hati-hati, Kalau Keliru Dampaknya Sangat Besar, Kasihan Pancasila, Kasihan Rakyat

Oleh : Candra Mata | Rabu, 24 Juni 2020 - 11:10 WIB

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono Angkat Bicara soal RUU HIP (captured INDUSTRY.co.id)
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono Angkat Bicara soal RUU HIP (captured INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'turun gunung' angkat bicara terkait ramainya pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sedang digodok oleh DPR bersama Pemerintah. 

"Saya mengikuti hiruk pikuk sosial & politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Saya juga sudah membaca & mengkaji RUU tsb. Tentu ada pendapat & tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas *SBY*," tulis Presiden RI keenam ini di media sosial twitter miliknya @SBYudhoyono kemarin Selasa siang (23/6).

SBY juga berpesan sekaligus mengingatkan agar Pansila sebagai dasar negara tidak boleh dikutak-katik kearah yang keliru. 

"Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara & merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi & dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka & sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar *SBY*," tuitnya. 

Selain itu, SBY juga menegaskan konsep pancasila merupakan konsesus bersama di yang menjadi sara negara sejak menyatakan diri merdeka pada tahun 1945.

"Memposisikan ideologi harus tepat & benar. Ingat, proses "nation building" & "consensus making" yg kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada "ideological clash" & perpecahan bangsa yg baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat *SBY*," sebutnya. 

Hingga berita ini diturunkan redaksi Industry.co.id, tiga tuitan SBY tersebut menuai banyak pujian dari para warganet atau netizen di platform sosial media twitter. 

Salah satu komentar datang dari akun @nikungranikung, Ia menyatakan Pancasila sudah tepat namun realisasi nya yang kadang belum bagus.

"Nahh betul, Pancasila sebenarnya udah cocok dan bagus, cuma penerapannya aja yg kadang tidak sesuai harapan," tuitnya. 

Warganet lain juga turut memberikan perhatian dan mengomentari tuitan SBY terkait RUU HIP. 

"Pemikiran terbaik serta mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara," tulis akun @RicKY_KCh. 

"kasihan pancasila, kasihan rakyat. that's the point!," sebut @Putripuyo. 

"Pancasila ini sudah Final. Tapi masih di korek terus-menerus.. entah apa tujuannya," tuit akun @GilangmacZ09

"Pak SBY sebaiknya kasih statement yg jelas, mana yang harus diperbaiki. Jangan ngambang warna abu2. Selama ini bapak terkesan tidak tegas. Secara  umum saat bapak jadi president kami cukup puas dg kebijakan secara umum Dan perkembangan ekonomi," kata akun @Komari0071.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Diah Natalisa Deputi bidang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:00 WIB

Menyempurnakan UU Pelayanan Publik dari Berbagai Sisi

Undang-undang No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik akan disempurnakan. Berbagai aspek disiapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk merevisi UU tersebut.…

Candi Borobudur

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB

Promosikan Wisata ke Warga Jepang, KBRI Tokyo dan TWC Selenggarakan Virtual Tour Candi Borobudur

KBRI Tokyo bekerjasama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) dan Balai Konservasi Borobudur mengadakan Virtual Tour ke Candi Borobudur.

Ilustrasi UMKM di Indonesia (Michael Eko Hardianto/Getty Images)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:07 WIB

Bingung Pasarin Produk UMKM? Berikut Cara Shopee Bantu Pasarin Produk UMKM Termasuk Bisa Menembus Pasar Ekspor

Jakarta-Sebagai andil dari komitmen dan fokus dalam mendukung UMKM di Indonesia melalui gerakan Shopee Bersama UMKM, Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, terus mendorong…

Menaker Ida Fauziyah (Photo by Detik Finance)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:47 WIB

Bikin Pekerja Tidur Nyeyak! BLT Gaji Sudah Mendarat di 12,1 Juta Rekening Pekerja, Buruh yang Belum Dapat Disebabkan Kesalahan Data

Jakarta - Bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah berupa subsidi gaji/upah (BSU) telah disalurkan kepada 12.166.471 pekerja/buruh atau setara dengan 98,09 persen.

Stadion Kapten I Wayan Dipta

Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:41 WIB

Persiapan Piala Dunia FIFA U-20, Kementerian PUPR Mulai Renovasi 2 Venue Utama dan 15 Lapangan Latihan

Dengan pengalaman penyelenggaraan Asian Games ke-18 pada 2018 silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya diberi tugas oleh Pemerintah untuk menyiapkan…