INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terus melakukan pemantauan langsung aktivitas sektor industri di tanah air selama masa pandemi Covid-19. Menperin memastikan produktivitas terjaga dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Advertisement

“Pertama, tujuan kunjungan kami ke pabrik Polytron ini dalam rangka melihat langsung penerapan protokol kesehatan sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kami memantau apakah ada petugas di pabrik yang khusus menangani protokol kesehatan atau kepala gugus tugas,” tuturnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id Rabu (24/6).

Ternyata, sebut Menperin Agus, di setiap fasilitas pabriknya (Polytron-red) perusahaan sudah menunjuk satu orang karyawan yang bertugas memastikan protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik setiap harinya. 

Advertisement

“Ini satu hal positif. Kami juga bisa lihat bahwa Polytron relatif sudah menerapkan industri 4.0 atau digitalisasi, sehingga tidak terlalu bermasalah dalam mengatur physical distancing,” ungkapnya.

Di samping memantau penerapan protokol kesehatan, Menperin juga ingin mendapat laporan langsung dari pihak perusahaan terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap penjualan dan utilisasi. 

Advertisement

Dikatakannya, penjualan produk Polytron memang sempat mengalami tekanan akibat Covid-19. Penyebabnya lantaran menurunnya permintaan, selain itu juga karena keterbatasan mobilitas karena PSBB. 

“Karena keterbatasan mobilitas dan juga banyak toko atau retail yang belum buka, maka terjadi gangguan dari penjualannya,” ujar Agus.

Advertisement

Namun mulai awal Juni, sudah terlihat ada rebound terhadap penjualan sejumlah produk Polytron yang merupakan besutan PT Hartono Istana Teknologi. 

“Ini kasus yang unik, mungkin karena Polytron sudah punya kredibilitas di pasar, sehingga tidak terlalu mengalami tekanan,” imbuhnya.

Menperin menambahkan, pihaknya bertekad untuk terus memperdalam struktur industri elektronik di dalam negeri sehingga bisa memacu daya saingnya hingga kancah global. 

“Misalnya, dalam proses produksi TV, di supply chain-nya, kami ingin semaksimal mungkin komponen yang digunakan adalah dari dalam negeri,” tegasnya.

Menteri AGK optimis, impelementasi kebijakan optimalisasi penggunaan komponen lokal akan mendorong substitusi impor. 

“Menurut pandangan kami, itu bisa membantu pada aspek supply chain. Sedangkan, untuk industri seperti Polytron, bisa menekan biaya karena tidak menggunakan mata uang dolar untuk pembelian komponen. Hal ini juga akan memperkuat kondisi rupiah kita. Jadi, banyak sekali multiplier effect yang bisa kita capai dengan pendalaman struktur industri,” tandasnya.

Perlu diketahui, PT Hartono Istana Teknologi merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan berbagai produk elektronika jenis audio video, telepon seluler dan kebutuhan rumah tangga dengan merek Polytron. 

Perseroan memiliki tiga pabrik di Jawa Tengah dengan luas total mencapai 69 hektare, perusahaan yang berstatus penanaman modal dalam negeri ini mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang.