INDUSTRY.co.id - Jakarta, Rizal Mallarangeng yang dikenal luas sebagai salah satu politisi dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar resmi menjabat sebagai Komisaris PT Telkom Tbk sesuai hasil keputusan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat kemarin (19/6). 

Advertisement

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, menepis berbagai rumor dan tudingan miring terkait masuknya Rizal Malarangeng di jajaran komisaris Telkom. 

Menurut Arya, penunjukkan Rizal diharapkan dapat mendorong kinerja perseroan lebih baik ke depannya.

Advertisement

"Beliau sangat paham mengenai konten yang saat ini memang jadi fokusnya Telkom, bagaimana memonetisasi infrastruktur-infrastruktur Telkom lebih kuat nantinya ke depan," ujar Arya Sinulingga beberapa waktu lalubdi Jakarta. 

Menurut dia, inovasi untuk membangun ekosistem digital serta berbagai inisiatif perusahaan dalam melihat peluang bisnis penting bagi Telkom.

Advertisement

"Karena memang yang penting ke depan bagi Telkom saat ini adalah fokus di konten, nah Bang Rizal ini punya pengalaman di sana juga," ucapnya dilansir dari Antara. 

Arya juga memastikan bahwa status Rizal Mallarangeng saat ini merupakan sosok profesional karena sudah tidak lagi berada di partai politik.

Advertisement

"Bisa kami sampaikan bahwa sejak surat pengunduran diri beliau kami terima, maka Bang Rizal kami anggap sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar dalam posisi wakil ketua umum. Jadi, Bang Rizal sekarang ini sudah betul-betul sebagai profesional dan beliau punya pengalaman banyak juga dan dibutuhkan di Telkom," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menaruh harapan besar kepada Direksi dan Komisaris untuk melakukan pengembangan bisnis Telkom. 

Telkom diminta Erick harus dapat mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya terutama di era pasca-COVID-19 terutama dalam memperkuat bisnis Telkom.

"Dengan tantangan yang semakin besar, semua jajaran direksi Telkom yang baru memiliki KPI yang terukur. Saya sudah sampaikan pada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya," Tegas Erick.