Pasca Covid, Kartu Pra Kerja Fokus Pada Peningkatan Kompetensi Masyarakat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 10 Juni 2020 - 14:35 WIB

Kartu Pra Kerja
Kartu Pra Kerja

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Ekonom Senor Raden Pardede mengatakan, kartu prakerja didesain sebagai program semibansos yakni sebagai bentuk pelatihan gratis online sekaligus jaringan pengaman sosial (JPS).

Hanya saja, saat ini penekanannya lebih kepada bantuan sosial. Tetapi  pasca pandemik, program kartu prakerja lebih fokus kepada peningkatan kompetensi keahlian masyarakat. “Dari sisi sosial, masyarakat  bisa tertolong karena ada  bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan setelah menyelesaikan pelatihan,” kata dia.

Namun demikian, Pemerintah berharap, melalui materi pelatihan online tersebut, keterampilan masyarakat pasca Covid-19 akan lebih baik. Artinya disini pemerintah telah menyiapkan pelatihan dengan standar-standar tertentu, tetapi semuanya tergantung kepada pilihan dan kesiapan masyarakat dalam memilih materi pelatihan yang tersedia.

Raden mengungkapkan, pada awalnya kartu pra kerja didisain untuk memenuhi kebutuhan offline. Namun karena pandemi, pemerintah mengubah kebijakan program ini sementara waku menjadi  pelatihan online .

Pasca covid, pelatihan ini akan dikembalikan ke offline. “Hal ini karena pelatihan offline lebih relevan, mudah dipahami serta lebih mudah dalam masuk lapangan pekerjaan baru.”

Raden  mengingatkan kartu pra kerja tidak bisa menjadi tumpuan sepenuhnya bahwa para penerima manfaat akan teramodasi dalam lapangan pekerjaan kedepan.

Menurut Raden, peran vokasi sangat yang dilakukan  industri serta peran Kementerian seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Pendidikan sangat menentukan keberhasilan program kartu prakerja.

Disisi lain, harus lebih banyak lembaga yang terlibat dalam menyiapkan materi pelatihan yang sejalan dengan kebutuhan industri.

 Raden juga mengingatkan, bahwa program kartu pra kerja yang disusun pemerintah menyasar pada masyarakat kelas menengah.”Targetnya adalah masyarakat menengah dengan pendidikan SMA, meski tidak tertutup kemungkinan lulusan SMP bisa mengikuti program ini.

Bagi masyarakat berpendidikan tinggi sebaiknya tidak perlu mengikuti program ini karena prioritasnya adalah middle class,” kata Raden.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, menilai, pemerintah perlu melakukan riset dan kajian agar materi pelatihan yang diberikan dalam program kartu prakerja  tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan industri.

Pemerintah juga harus punya alasan yang kuat untuk menetapkan satu program pelatihan sebelum menjalankannya, termasuk penunjukan vendor  serta nilai program penetapan .

 “Hal ini penting karena saat ini banyak materi pelatihan yang gratis melalui berbagai platform sosial media. Karena itu riset sangat menentukan nilai lebih serta keberhasilan dari program kartu prakerja,” kata Agus.

Agus berpendapat, program kartu prakerja bisa disebut berhasil jika peserta  program kartu pra kerja bisa terakomodasi jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak memiliki kartu.

”Minimal dalam kurun waktu sekarang hingga 5 tahun kedepan atau ketika persoalan covid ini selesai banyak peserta program kartu pra kerja yang bisa terakomodasi untuk memenuhi kebutuhan SDM di industri. Karena itu materi program menjadi penting dan harus sejalan dengan kebutuhan industri pasca Covid,” kata Agus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Daewoong Pharmaceutical

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:02 WIB

Komitmen Daewoong Pharmaceutical Tangani Pandemi Covid-19, dari Alat Tes Sampai Pengembangan Perawatan Virus Corona

Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea pada tanggal 08 Oktober 2020, Daewoong Pharmaceutical akan mempercepat pengembangan obat COVID -19 dan segera melakukan…

Pembangunan jalan

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:52 WIB

Tingkatkan Kualitas Jalan Nasional, Kementerian PUPR Manfaatkan Aspal Buton

Tahun 2020 penggunaan Asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 793 Km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Jokowi

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:31 WIB

Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian, Mentan Dorong Modernisasi

Presiden Joko Widodo mengajak kalangan muda Indonesia kembali menekuni dunia pertanian. Menurut Presiden, hanya dengan cara itu negara ini kembali berjaya dan merdeka atas hasil tani yang sangat…

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, saat membuka Bazaar UMKM di sela-sela peringatan Haul Akbar Maulana Syarif Al Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya, di Ciledug, Kabupaten Cirebon

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:15 WIB

KemenkopUKM Beberkan Peluang Bisnis UMKM di Tengah Pandemi

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus mampu merespon perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen, sebagai akibat dari penerapan physical distancing selama pandemi Covid-19.

Pembangunan Sabo Dam

Jumat, 30 Oktober 2020 - 09:47 WIB

Kurangi Risiko Bencana Banjir Lahar Gunung Merapi, Kementerian PUPR Bangun Tujuh Sabo Dam Baru

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Sabo Dam dibangun untuk menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir…