INDUSTRY.co.id - Jakarta- Singapore Airlines (SIA) telah meningkatkan likuiditas senilai S$ 10 miliar melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) baru-baru ini, serta gabungan fasilitas pinjaman dengan dan tanpa jaminan. Ini menempatkan SIA pada pijakan yang  solid karena menangani tantangan yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 global.

SIA mendapatkan S$ 8,8 miliar  likuiditas melaluiHak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)yang berhasil diselesaikan pada 5 Juni 2020. TambahanS$ 900 juta lebih lanjut  diperoleh melalui pinjaman jangka panjang yang didapatkan dari  beberapa pesawat SIA Airbus A350-900 dan Boeing 787-10.

Selain itu, Perusahaan juga telah mengatur jalur komitmen kredit baru dan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan dengan beberapa bank, yang menyediakan likuiditas dana segar berikutnya senilai lebih dari S$ 500 juta.

Secara terpisah, semua jalur pinjaman yang tersedia   pada tahun 2020 telah diperbarui hingga 2021 atau setelahnya, sehingga akses likuiditas  hingga lebih dari S$ 1,7 miliar  dipastikan akan tetap tersedia.

Selama periode ketidakpastian yang tinggi ini, SIA akan terus mengeksplorasi cara-cara tambahan untuk menopang likuiditas yang diperlukan. Sampai dengan periode  Juli 2021, perusahaan juga memiliki opsi untuk menaikkan hingga S$ 6,2 miliar tambahan obligasi wajib konversi, yang akan menyediakan likuiditas tambahan jika diperlukan.

Chief Executive Singapore Airlines, Goh Choon Phong Rabu (10/6/2020) berkata. “Kami berterima kasih atas dukungan kuat dari pemegang saham kami atas HMETD yang sukses, yang telah mengamankan masa depan perusahaan di tengah krisis kesehatan dan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami juga berterima kasih kepada bank-bank yang telah bekerjasama atas dukungan mereka dalam memberikan pinjaman tambahan dengan dan tanpa jaminan, serta kepastian jalur kredit . SIA akan tetap berdedikasi dan sigap dalam masa ketidakpastian ini, dan terus bertindak dengan cepat dalam menanggapi kondisi pasar yang terus berkembang.”