INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah memberikan suntikan dana Rp152,15 triliun ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdampak Covid-19.
Suntikan modal usaha tersebut dibagi menjadi tiga skenario yaitu, Penyertaan Modal Negara (PMN), Pembayaran Kompensasi, dan Dana Talangan.
"BUMN kan punya piutang ke pemerintah itu yang mereka kejar betul. Kalau ditanya wajar dibayar? Ya Anda punya utang ya wajih dibayar. Piutang wajib ditagih orang yang dihutang," Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga dilansir dari laman IDX Selasa malam (9/6).
Dikatakan Arya, pembayaran kompensasi dari pemerintah, nantinya akan diberikan kepada tujuh BUMN dengan total Rp108,48 triliun. Sedangkan untuk Penyertaan Modal Negara atau PMN, pemerintah siap menggelontorkan dana sebesar Rp22,27 triliun di 2020.
PMN tersebut akan diberikan kepada empat perusahaan BUMN. Sementara itu, pemerintah juga menyuntikan dana sebesar Rp19,65 triliun sebagai dana talangan Bagi lima BUMN terdampak.
“Dana talangan ini, merupakan pinjaman yang bisa berbentuk tunai atau garansi yang harus dikembalikan pokok dan bunganya ke pemerintah, seperti pinjam ke bank saja,” jelas Arya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menjelaskan, bahwa ada skema dukungan berupa dana talangan tersebut merupakan tambahan dari alokasi dukungan pemerintah kepada BUMN yang sebelumnya telah dianggarkan dalam APBN 2020 versi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur Dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (APBN) 2020.
Dana kompensasi merupakan utang pemerintah kepada perusahaan BUMN seperti kepada PT Pertamina dan PT PLN (Persero).
"Misalnya PT Pertamina (Persero) tidak menaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk solar dan premium karena pemerintah melakukan subsidi," ujarnya dalam video confrence beberapa hari lalu.
"Sedangkan PT PLN (Persero) juga butuh kompensasi. Apalagi pada Covid-19 ini, PLN menggratiskan listrik pelanggan 450 Va selama tiga bulan dan memberi diskon 50% kepada pelanggan listrik 900 Va subsidi," jelas Febrio.