INDUSTRY.co.id, Jakarta-Mimpi untuk melengserkan presiden agak sulit atau tidak menyimpanb seperti diamanatkan oleh Undang-undang yakni UUD 45.

Beda mundur dan dilengsekan lantaran seorang presiden dipilih rakyat. Menurut saya semua ada legal coriddor (koridor  hukumnya) bahkan hukum sebab akibat. Yang ditakuti people power secara kelembagaan sulit alasannya Legislatif dan eksekutif cukup kuat.

Apalagi di parlemen dikuasai partai pendukung Jokowi. “Menurut saya dalam kondisi saat ini Jokowi sulit dilengserkan,” ujar Jerry Massie, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, dalam keterangan pers yang diterima redaksi industry.co.id, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, bahasa dilengserkan pernah terjadi saat Presiden ke-4 Gus Dur memimpin tapi kala itu lengser di tangan MPR. Tapi kali ini beda MPR bukan lagi lembaga yang memberhentikan presiden.

Barangkali jika melanggar konstitusi bisa saja seorang pemimpin dilengserkan  Soeharto jatuh lantaran krisis ekonomi dan juga memang di desak mundur oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia kala itu.

Memang bahasa presiden mundur hanyalah isapan jempol akan sulit terwujud. Harus melalui DPR sampai ke MK. Tapi akan sulit Jokowi untuk mengundurkan diri dan itu tak akan terjadi. Bahkan dilengserkan akan sulit terjadi.

Memang ada yang mendorong Jokowi mundur. Tapi itu sulit dilakukan. Angin reformasi 98 beda dengan kondisi saat ini. Kalau isu reshuffle menteri itu bisa saja melihat kinerja mereka selama ini.

 Jerry Massie  menyebut ada beberaa contoh menyebabkan Presiden dimakzulkan adalah sebagai berikut.

1. Presiden Khianati Negara

Pertama, jika Presiden Jokowi terbukti mengkhianati negara, maka yang bersangkutan bisa dimakzulkan oleh MPR.

- Presiden Terlibat Kasus Korupsi

Kedua, Presiden terlibat kasus korupsi, dan/atau perbuatan pidana berat lainnya.

Tentu harus ada pembuktian secara hukum terlebih dahulu.

- Presiden Lakukan Perbuatan Tercela

Presiden juga bisa dimakzulkan seandainya ia melakukan perbuatan tercela atau misdemeanor. 

- Penyuapan

Syarat pemakzulan lainnya adalah Presiden menerima suap ni mustahil terwujud,”ujarnya.