Kalahkan Singapura! Biaya Rawat Pasien Covid-19 Bisa Capai Rp215juta, Anggota DPR Geleng-geleng Kepala

Oleh : Candra Mata | Senin, 01 Juni 2020 - 15:02 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Foto : Ria/Man
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Foto : Ria/Man

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo heran (geleng geleng-red) saat membandingkan biaya perawatan pasien Covid-19 di Indonesia dengan Singapura. 

Dimana, di Indonesia biaya perawatan seorang pasien berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 215 juta, sedangkan di Singapura hanya kisaran Rp 61 juta hingga Rp 82 juta.  

"Perbedaannya sangat signifikan. Makanya saya kira, ada baiknya pemerintah melalui gugus tugas melakukan evaluasi terhadap biaya tersebut. Apakah biaya yang mahal ini wajar dan sudah sesuai dengan fasilitas perawatan,” ungkap Rahmad Handoyo melalui rilis yang diterima Senin (1/6). 

Politisi asal PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya sangat setuju jika semua biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung oleh negara.
 
"Berapapun anggaran yang diperlukan, memang harus dikucurkan oleh negara, karena keselamatan pasien adalah yang utama dan terpenting. Namun, perbedaan biaya yang besar itu membuat kita harus membuka mata. Perlu evaluasi dan mengedepankan efisiensi," lanjutnya.

Ia juga sempat mendengar suara-suara sumbang yang menyatakan beberapa pihak rumah sakit merasa penanganan pasien Covid-19 cukup ‘menggiurkan’.

"Menggiurkan dalam tanda petik ya. Makanya sekali lagi saya tanya, apakah biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan fasilitas dan perawatan yang diberikan kepada pasien," tegasnya.

Rahmad memaklumi biaya perawatan pasien Covid-19 bertambah mahal karena para pasien yang sudah cukup sehat pun masih harus tertahan dirumah sakit karena harus menunggu hasil diagnosa polymerase chain reaction (PCR), ini perlu dicari jalan keluar. 

"Menunggu hasil tes PCR itu kan beberapa hari, sedangkan pasien itu sudah cukup sembuh. Kondisi ini tentunya menambah biaya. Mungkin kondisi seperti ini perlu disiasati," tukasnya.

Perlu diketahui, rumah sakit di Singapura yang mengharuskan orang asing membayar biaya Covid-19 sekitar 6000-8000 dolar Singapura, ataw setara dengan Rp 61 juta - Rp 82 juta. 

Sementara di Indonesia, biaya perawatan pasien Covid-19 selama dua minggu, paling murah Rp 105 juta. Kalau yang ada penyakit tambahan menjadi Rp 215 juta.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:17 WIB

Terus Bertambah! Yurianto: 80.094 Orang Positif COVID-19, Sembuh 39.050 Pasien dan Meninggal 3.797 Pasien

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (15/7) totalnya menjadi 80.094…

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:20 WIB

Pesan Haru Menkeu Ke Karyawan DJP: Kita Jadi Tulang Punggung Negara Wajib Kerja Keras, Tapi Tetap Hati-hati, Sayangi Keluarga Anda, Jaga Mereka

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasii pandemi COVID-19 masih menimbulkan kekhawatiran angka penularan yang tinggi. Namun, sebagai salah satu institusi yang…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:10 WIB

Ditengah Pandemi, Menperin AGK Tegaskan Pemerintah Tetap Fokus Implementasikan Industri 4.0

Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0. Hal ini dibuktikan melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 sejak tahun 2018,…

Oracle

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:00 WIB

Oracle Rilis Inisiatif Baru ‘Oracle Dedicated Region Cloud@Customer’

Didorong oleh permintaan pelanggan yang kuat, Oracle hari ini mengumumkan Oracle Dedicated Region Cloud@Customer, suatu sistem cloud pertama yang dirancang sesuai dengan wilayah dan dikelola…

Pasien Suspect Virus Corona (Liputan6.com)

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:50 WIB

Sungguh Terlalu, DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Negatif jadi Positif Covid-19 Demi Insentif

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengadu kepada Terawan tentang adanya rumah sakit 'nakal' di sejumlah daerah. Menurutnya, rumah sakit tersebut sengaja membuat pasien dinyatakan positif COVID-19…