Catat! Ini Solusi Chairman Jababeka Group untuk Pengusaha Properti Keluar dari Situasi Sulit Pandemi Covid-19

Oleh : Ridwan | Jumat, 29 Mei 2020 - 21:47 WIB

Chairman & Founder Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono
Chairman & Founder Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri properti menjadi salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi virus corona baru atau Covid-19. Hampir di seluruh sektor mulai dari rumah, apartemen, perkantoran, hotel, industri, dan shophouse telah mengalami penurunan penjualan.

Chairman & Founder Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono ikut memberikan solusi untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi para pengembang saat ini.

Ia pun menyarankan agar para pengusaha properti menyewakan huniannya yang kosong kepada orang yang membutuhkan. 

Menurut Darmono, di saat pandemi ini harus saling bantu-membantu agar bisa bangkit bersama. 

"Inilah saatnya kita harus berkolaborasi dan bersama-sama, nomor satu yang harus dipikirkan terlebih dahulu orang yang susah. Sekarang perusahaan besar kekurangan uang, tapi over stock, sedangkan banyam rakyat Indonesia yang enggak punya rumah," kata Darmono dalam diskusi virtual MarkPlus Industry Roundtable sektor Properti, Jumat (29/5/2020).

Dijelaskan Darmono, sebenarnya bisnis properti saat ini tidak kehilangan pasar karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian. Hanya saja orang-orang tersebut tidak sanggup untuk menyewa properti dengan harga saat ini.

"Ironis, Indonesia tuh yang nggak punya rumah 40 juta orang. Kok bilang nggak ada demand? Demand itu ada tapi problemnya orang-orang yang tadi tuh bisa menyewa tapi nggak mampu membeli. Kita selalu berpikir kita mesti nyewa apartemen buat yang punya duit. Kenapa nggak bikin apartemen buat yang nggak punya duit tapi dibeli oleh orang yang punya duit?," ucapnya.

"Kita sewakan apartemen kita yang kosong, gedung-gedung kita yang kosong, hotel-hotel yang kosong disewakan saja ke orang yang susah. Tapi boleh ramai-ramai misalnya satu kamar yang tadinya 2 orang kenapa nggak sekarang 1 kamar boleh 8 orang karena total sewanya akan sama dengan kalau diisi orang yang punya uang," lanjutnya.

Dengan begini dirinya yakin akan mendapat dukungan dari pemerintah. Kebijakan ini dinilai bisa berjalan dengan membuat perjanjian yang sama-sama menguntungkan.

"Kita harus tolong saudara-saudara kita yang susah. Manfaatkanlah tempat kita yang kosong untuk diisi dengan perjanjian yang bagus supaya terjadi hal yang kondusif supaya ekonomi kita juga bagus," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengolahan Limbah Tinja

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:47 WIB

Kementerian PUPR Bangun Pengolahan Limbah Tinja di 9 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

Di Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja sekaligus mewujudkan lingkungan…

Ilustrasi Rapid Test (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:38 WIB

Tolong di Catat! Kemenkes: Biaya Rapid Test Rp150.000 Berlaku di Seluruh Rumah Sakit di Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor: HK.02.02/1/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid test Antibodi bagi pasien…

Maskapai Citilink Gelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:15 WIB

Citilink Gandeng BNN, Dirut: Sanksi PHK Bagi Pegawai yang Konsumsi Narkoba

Maskapai Citilink menggelar Anti-Drug and Alcohol Misuse Prevention Program berupa random check tes urin di tiga tempat yaitu Head Office, Station Cengkareng, dan Station Surabaya kepada karyawan…

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:00 WIB

Kebun Raya Purwodadi Terus Percantik Lingkungan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penataan kawasan kebun raya di beberapa provinsi di Indonesia.…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:06 WIB

Hore...IHSG Diperkirakan di Zona Hijau

Secara teknikal sendiri IHSG membentuk pola wedge pattern dengan 2 kemungkinan. Saat ini bergerak mencoba pada track positif yakni bullish trend line jangka menengah sebagai konfirmasi momentum…