Harus Punya Mindset Seorang Juara Jangan Pernah Puas Pesan Tantowi Ahmad

Oleh : Herry Barus | Senin, 25 Mei 2020 - 17:00 WIB

Tantowi Ahmad (Toto Dok tribunnews)
Tantowi Ahmad (Toto Dok tribunnews)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Usai menyampaikan pengunduran diri ke PBSI terhitung Senin, 18 Mei 2020, Tontowi Ahmad berharap para juniornya dapat melanjutkan perjuangan dengan mencetak prestasi untuk Indonesia. Tontowi bersama Liliyana Natsir merupakan salah satu ganda campuran terbaik Indonesia.

 Mereka telah menyumbang banyak gelar bergengsi seperti tiga gelar hat-trick di All England 2012, 2013 dan 2014, gelar juara dunia tahun 2013. Puncaknya adalah raihan emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pada tahun 2017, Tontowi/Liliyana kembali merebut gelar juara dunia.

 "Memutuskan untuk pensiun itu rasanya campur aduk. Saya sudah lama menjalani hidup sebagai atlet bulutangkis. Di satu sisi lega karena ada waktu buat keluarga, tapi ada rasa kangen mau main badminton lagi," kata Tontowi kepada Badmintonindonesia.org.

 "Mudah-mudahan apa yang saya dan cik Butet (Liliyana) capai bisa jadi motivasi untuk para pemain muda. Dan yang penting itu, harus punya mindset seorang juara yaitu jangan pernah puas. Sekarang juara, besok kejar gelar lagi. Kalau ada target, latihan juga jadi lebih semangat," ungkap Tontowi.

 Jika mantan pasangan mainnya, Liliyana, kini tengah sibuk berbisnis, Tontowi mengatakan masih belum tahu apa yang akan ia akan mengikuti jejak Liliyana usai pensiun. Rencana berbisnis memang ada, namun saat ini Tontowi lebih ingin menghabiskan waktu dengan keluarganya karena selama menjadi pemain, ia tak punya banyak waktu untuk sang istri, Michelle Harminc dan kedua putranya, Danish Arsenio Ahmad dan Arsya Alfarezel Ahmad.

 "Kalau bisnis pasti ada rencana ke sana, tapi saya masih pelan-pelan belajar berbisnis. Sekarang mau habiskan waktu sama keluarga dulu. Sebelum wabah Corona, ada rencana liburan sama keluarga karena dari dulu nggak pernah punya waktu liburan," ujar Tontowi.

 "Maunya ke Austria, kampungnya istri saya, kan saya belum pernah ke sana juga. Saya juga mau ajak keluarga ke Birmingham (Inggris), mau tunjukkan ke anak-anak saya kalau papanya pernah juara All England di sana," lanjut pemain asal PB Djarum ini.

 Tontowi mengakui jika hingga saat ini secara tak sadar ia masih merindukan suasana bertanding. Tak jarang di tengah tidurnya ia terbangun dan merasakan ketegangan seolah hendak bertanding di partai final. Ia pun bertanya kepada Liliyana apakah mantan pasangannya tersebut pernah mengalami hal yang sama.

"Ternyata cik Butet nggak pernah mengalami, jadi mungkin tiap pemain beda-beda ya, ha ha ha. Tapi yang pasti momen juara itu kan hal terbaik dalam hidup saya, saya bisa mewujudkan cita-cita saya dan orangtua saya yang mau anaknya dapat emas olimpiade, juara dunia, juara All England, saya bersyukur bisa membuat keluarga saya bangga," beber Tontowi.

 Deretan gelar bergengsi membuat Tontowi mengaku cukup puas atas capaiannya selama menjadi pebulutangkis elit. Hingga akhir kariernya, Tontowi mengaku tak ada gelar yang membuatnya penasaran, meski ia belum berhasil mendapatkan emas Asian Games.

 Pada Asian Games 2014 di Incheon, Tontowi/Liliyana meraih medali perak, sedangkan pada Asian Games 2018 di negeri sendiri, pasangan ini mempersembahkan medali perunggu.

 "Nggak ada yang bikin penasaran, nggak apa-apa belum rezeki dapat emas Asian Games, tapi kan sudah dapat emas olimpiade yang levelnya lebih tinggi. Saya tetap bersyukur," kata Tontowi.

 Tontowi juga bersyukur dipertemukan dengan orang-orang yang berpengaruh dalam perkembangan kariernya seperti Liliyana dan pelatihnya, Richard Mainaky. Begitu banyak kenangan bersama orang-orang terdekatnya, juga dengan teman-temannya sesama pemain bulutangkis seperti Mohammad Ahsan dan Praveen Jordan.

 "Memang saya banyak belajar dari cik Butet, prinsipnya dia itu kalau sekarang juara, besok bukan juara lagi, kita harus selalu mengejar gelar. Kalau kak Richard sih semua tahu ya, beliau adalah pelatih bertalenta, saya bahkan sering memanggilnya Suhu," ujar Tontowi. 

 Momen emas di Olimpiade Rio 2016 dikatakan Tontowi sebagai momen terberat sekaligus terindah dalam kariernya. Sebelum merebut emas, Tontowi mengatakan bahwa perjuangannya begitu luar biasa, mulai dari latihan hingga malam hari, tidak bisa pulang ke rumah dan harus tinggal di asrama, sampai kendala non teknis bersama Liliyana.

 Namun ia dan Liliyana ternyata berhasil mengatasi segala kesulitan yang ada dan membalikkan kenyataan pahit tanpa medali di Olimpiade London 2012 menjadi sukses besar dengan kepingan emas di Olimpiade Rio 2016.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Produk Daypack Leuser (Dok: Leuser Adventure Shop)

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:15 WIB

Berburu Perlengkapan Outdoor di Leuser Adventure Shop, Ada Diskon Menarik, Lho!

Pemerintah Indonesia telah memberikan pelonggaran terhadap wisatwan untuk berwisata ke berbagai daerah Indonesia sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi,…

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi

Jumat, 25 Juni 2021 - 09:23 WIB

Pertashop Dexlite Pertama Resmi Beroperasi di Sragen

Untuk pertama kalinya di Regional Jawa Bagian Tengah, Pertashop yang menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel atau jenis gasoil, yaitu Dexlite resmi beroperasi.

Pembangunan Bendungan Ladongi

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:57 WIB

Progres Pembangunan Sudah 90,28 Persen, Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Siap Impounding Pada Juli 2021

Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas tampung 45,95 juta m3 dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektar (ha). Nantinya air yang tertampung…

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Information Technology Bank Syariah Indonesia, Achmad Syafii (kanan) saat menunjukkan aplikasi BSI Mobile

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:20 WIB

Buka Rekening ke Cabang Enggak Zaman, BSI Bisa Onlie!

PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) atau BSI terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara daring…

Maybank dan Blibli

Jumat, 25 Juni 2021 - 08:00 WIB

Maybank Finance dan Garasi.id, Blibli Hadirkan Kemudahan Jual Beli Mobil Baru

Blibli, e-commerce lokal terdepan, berkolaborasi dengan Maybank Finance, solusi pembiayaan dari salah satu bank terbesar di Indonesia, dan Garasi.id, pusat jual beli mobil bekas berkualitas,…