APBN Dipangkas, Okupansi Hotel Turun

Oleh : Irvan | Sabtu, 16 Juli 2016 - 14:47 WIB

APBN Dipangkas, Okupansi Hotel Turun
APBN Dipangkas, Okupansi Hotel Turun

INDUSTRY.co.id - Rendahnya okupansi pada 2015 diakibatkan oleh kebijakan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi yang melarang aparat pemerintah melakukan rapat dan pertemuan di hotel.

Hariyadi juga mengungkapkan adanya kenyataan “menarik” pada Semester I. Daerah seperti Yogyakarta dan Malang bisa mendapatkan okupansi sampai 60 persen walau menambah jumlah kamar hotel, di mana hal serupa tidak terjadi di wilayah wisata lain seperti Solo dan Bali.

“Ada yang suplai naik, tetapi permintaan turun. Namun yang menarik, di Yogyakarta dan Malang suplai naik permintaan tetap naik,” ujar ujar Ketua Umum  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Kamis (9/6/2016) malam.

Dia meminta pemerintah untuk terus fokus melakukan promosi wisata demi meningkatkan jumlah turis baik dari dalam maupun luar negeri.

“Oleh karena itu, kami harus lebih kreatif untuk menambah okupansi,” kata Haryadi.

Hariyadi melanjutkan, salah satu caranya adalah dengan menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan, dalam hal ini Citilink, yang dilakukan selama bulan Ramadan.

Jika cara ini dirasa bisa berdampak baik maka PHRI akan melanjutkan program kemitraan tersebut pada semester II 2016.

“Bersama Citilink, kami menawarkan tiket penerbangan dan biaya inap hotel murah di 20 kota di Indonesia,” kata Hariyadi.

PHRI sendiri memperkirakan tingkat isian hotel pada Lebaran akan berada di kisaran 90 persen, khususnya di daerah-daerah wisata seperti Yogyakarta, Bandung, dan Malang. Selain dua daerah itu, okupansi hotel di Solo diperkirakan 85 persen dan Bali 80 persen.

Sementara di bulan puasa, tingkat isian hotel hampir merata di angka 20 persen.

Adapun terkait isian hotel, PHRI mengungkapkan ada peningkatan pada semester I 2016 dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

“Semester awal 2015 tingkat isian hotel hanya 35 persen, tetapi tahun ini bisa rata-rata 55 persen,” tutur Hariyadi.(Ant/Irvan)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:57 WIB

Usai Pemilu Investor Didorong Lirik 10 Saham Pilihan

Jakarta - Mengawali pekan pertama paska perhelatan besar pemilu, kondisi kepastian yang mulai terbentuk akan menjadi salah satu faktor pendorong untuk kembali naiknya IHSG hingga beberapa waktu…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 22 April 2019 - 06:32 WIB

Awal Pekan IHSG Bertahan di Atas 6500

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi kembali mengalami konsolidasi cenderung tertekan diarea level psikologis 6500.

Kapal Ternak (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 05:37 WIB

Kapal Ternak Sebagai Wujud Implementasi Program Tol Laut

Jakarta, Pemerintah telah mencanangkan program Nawa Cita salah satunya dengan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dengan implementasi Program Tol Laut yang secara umum dilatarbelakangi…

Sekjen Kementan Syukur Iwantoro di MIA Expo

Senin, 22 April 2019 - 05:28 WIB

MIA Percepat Tumbuhkan Generasi Petani Melenial

Jakarta - Masa depan sektor pertanian sangat bergantung dengan generasi muda Indonesia. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda…

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…