INDUSTRY.co.id - Medan- Otoritas Jasa Keuangan meminta industri perbankan berani membiayai proyek besar karena peluangnya cukup besar.
"Industri keuangan syariah khususnya perbankan syariah harus berani mengambil peran dalam sektor perekonomian masyarakat yang semakin cepat pertumbuhannya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Medan, Sumayeta Utara, Jumat (7/4/2017)
Dia mengatakan itu pada Expo iB Vaganza Medan 2017 di Medan yang digelar 7- 9 April 2017 dan diikuti 21 industri perbankan syariah antara lain Bank Syariah Bukopin, Bank CIMB Niaga Syariah dan Bank Sumut Syariah.
Kota Medan merupakan kota kedua pelaksanaan rangkaian Expo iB Vaganza 2017 setelah sebelumnya diadakan di Kota Kediri.
Menurut Muliaman, industri syariah khususnya perbankannya memiliki potensi besar sehingga bukan hanya bisa menggarap pasar kecil, tetapi juga menengah dan besar.
Potensi itu semakin besar karena pemerintah juga sudah memberikan dukungan besar mulai ada Undang Undang Perbankan Syariah.
"Kalau potensi itu tidak dimanfaatkan, sangat sayang dan terus tertinggal dengan bank konvensional," katanya.
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, industri syariah harus memanfaatkan potensi di sektor usaha kecil, menengah dan besar seperti proyek besar di bidang infrastruktur.
"Semua sektor itu cukup besar untuk dimanfaatkan industri syariah,"katanya.
Dia menjelaskan secara nasional industri perbankan syariah semakin banyak dimana saat ini sudah ada 13 bank umum syariah, 21 unit ssaha syariah yang dimiliki oleh bank umum konvensional dan 166 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) dengan total aset Rp356,50 triliun.
Pangsa pasar sebesar 5, 13 persen .
"Di Sumut, total aset perbankan syariah sudah mencapai Rp12,14 triliun dengan pangsa pasar sebesar 4,55 persen," katanya.