Terharu, Pemrov Jatim Sebar Ribuan Sembako ke Warganya di Jabodetabek

Oleh : Wiyanto | Rabu, 20 Mei 2020 - 19:07 WIB

Warga terdampak covid-19 mendapatkan bantuan Pemrov Jawa Timur
Warga terdampak covid-19 mendapatkan bantuan Pemrov Jawa Timur

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membagikan sebanyak 1.900 paket sembako dan uang tunai 200 ribu untuk tiga bulan secara door to door atau dari rumah ke rumah kepada warga Jatim di wilayah Jabodetabek.

Cara ini ditempuh, guna menghindari kerumunan warga. Adapun paket sembako tersebut berisi beras, minyak goreng, mie instan, gula, masker, dan hand sanitizer. Penerima paket sembako tersebut merupakan warga Jatim yang tidak mudik ke kampung halaman dan terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Selain Paket Sembako, Pemprov Jatim juga memberikan uang tunai sejumlah Rp200 ribu per kepala keluarga yang merupakan program jaring pengaman sosial. Uang tunai tersebut akan diberikan selama tiga bulan kedepan hingga Juli 2020.

"Bantuan berangkat langsung dari Surabaya, Senin (18/5) dan sampai di Jakarta Selasa (19/5), selanjutnya langsung dibagikan secara door to door oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Jatim di Jakarta," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur, Rabu (20/5/2020).

Khofifah mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga Jatim yang tengah merantau di Jabodetabek selama pandemi COVID-19. Khofifah juga berharap, warga Jatim bisa saling bahu membahu dan tolong menolong menghadapi situasi darurat ini.

"Insya Allah dengan bersama-sama maka pandemi ini bisa kita lalui dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur di Jakarta, Zainal Fanani mengatakan penerima bantuan diutamakan adalah warga Jawa Timur yang dibuktikan dengan masih ber KTP Jawa Timur namun alamat tinggal atau domisili di Jabodetabek.

Diterangkan, data penerima bantuan didapat dari warga yang telah mendaftar di aplikasi Radar Bansos Jatim dan juga data dari paguyuban Jawa Timur di Jabodetabek. Rinciannya, 347 orang adalah mereka mendaftar dalam radar bansos. Sedangkan, sisanya 1.553 orang lainnya adalah warga Jawa Timur yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban perantau di Jabodetabek dengan berbagai latar pekerjaan.

"Kami kerahkan 17 tim untuk membagikan paket-paket sembako tersebut yang disebar ke 17 titik di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Diharapkan penyaluran bantuan ini dapat selesai sebelum Lebaran dan meringankan beban saudara-saudara kita se-Jatim," terangnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Startup (Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 20:40 WIB

Bangga! Startup Binaan Kemenperin Raih Penghargaan Internasional di Jerman

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) yang terpilih sebagai pemenang Hermes Startup Award 2020 di Jerman.

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

Senin, 13 Juli 2020 - 18:00 WIB

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekaligus mengurangi…

Ikan Kakap Putih Ambon (Foto Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 17:30 WIB

Ikan Kakap Putih Ambon Sebagai Pemenuhan Gizi Bagi Pasien COVID-19

Ratusan ikan kakap putih atau barramundi dipanen oleh kelompok budidaya Botol Bekas di Ambon, Maluku, Sabtu (11/7/2020). Selain kakap putih, jenis ikan lainnya seperti kerapu dan kuwe juga dipanen…

Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan hadiah untuk penemu uang ratusan juta di KRL

Senin, 13 Juli 2020 - 17:05 WIB

BRI, BNI, Mandiri Hingga Telkomsel Ramai-ramai Beri Hadiah Ratusan Juta untuk Sang Penemu Uang Rp500 Juta di KRL

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara alias BUMN keroyokan memberi hadiah kepada petugas KRL Commuterline, Mujenih dan Egi Sandi yang menemukan uang Rp500 juta dan berhasil dikembalikan utuh ke…

Penguburan jenazah korban Corona

Senin, 13 Juli 2020 - 17:00 WIB

Kondisi Mengkhawatirkan, IHME Prediksi Hingga November akan Terjadi 40.000 Kematian di Indonesia

Sebagai bagian dari proyeksi perdana yang membandingkan berbagai tindakan pengendalian penularan COVID-19, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Seattle…