INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, banyak hal yang harus dibenahi oleh Sarinah. Dia mengatakan, pembaruan perlu dilakukan untuk dapat tetap bersaing namun dengan tidak meninggalkan nilai sejarah dari Sarinah itu sendiri namun tetap berpihal pada merek lokal dan hasil UKM yang dikuratorkan.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), renovasi Gedung Sarinah, Jakarta ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi Sarinah sebagai pusat promosi UMKM lokal.
Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, Sarinah mulai menyeleksi para calon penyewa dan peritel yang akan mengisi pusat perbelanjaan Sarinah.
Saat ini, menurut Gusti, sudah banyak peritel yang ingin menyewa pusat perbelanjaan tersebut. Meski konsep baru pusat perbelanjaan Sarinah lebih mengedepankan usaha kecil menengah (UKM), namun pengelola tetap memberlakukan proses seleksi.
"Nantinya pengelola akan memilih UKM yang cocok untuk menempati area mal," kata Gusti seperti dikutip dari kontan, Minggu (10/5/2020).
Gusti menjelaskan, manajemen membuka kesempatan bagi semua peritel baik lokal maupun asing untuk berkontribusi dan mengisi pusat perbelanjaan Sarinah. Termasuk penyewa lama.
"Keputusannya kan ada di mereka ya. Kami tetap beri kesempatan untuk mereka menyewa kembali. Nanti, kami akurasi terlebih dahulu sesuai dengan konsep bisnis yang akan kami kembangkan ke depan," kata Gusti.
Kendati ada proses seleksi, Gusti memastikan, ruang sewa akan lebih banyak diisi oleh UKM Indonesia dengan komposisi 70% sampai 80%. Sisanya, penyewa dari luar negeri. Fokus bisnis pada UKM ini merupakan bagian dari perubahan strategi bisnis Sarinah.
"Kami ingin menjadikan Sarinah nanti sebagai ekosistem bisnis bagi UKM produk lokal Indonesia yang unggul," ungkap Gusti.