INDUSTRY.co.id - Jika saat ini ibumu masih ada,  saat yg tepat untuk membahagiakan nya,  jangan pernah pakai kata Tapi... Apa yg bisa dilakukan maksimal untuk membuat nya tersenyum dan bahagia dalam hidupnya.

Saat menyisihkan uangmu,  maka yg pertama dalam pikiran dan yg paling utama IBUMU terlebih dahulu...

Semakin kita bahagiakan ibu,  insyaallah rezeki datang dari berbagai penjuru tanpa kita duga.

Jangan pernah menyisihkan dari sisa sisa belanjamu... Buang jauh hal seperti itu kalau kamu tidak mau Rezeki menjauhimu karena pelit dg ibumu.

Jika saat ini ada masalah, datangi ibumu cium kakinya minta restu untuk keluar dari masalah,  InsyaAllah masalahmu menjauhimu.

Jika ibumu sudah tiada,  kirim. Alfatihah setiap abis sholat dan sedekah,  infaq atau wakaf atas nama ibumu,  insyaallah dimudahkan hidupmu.

Jika jauh berada diluar kota,  selalu khabari dan telpon selalu minta restu nya,  jangan lupa sisihkan rezekimu untuknya. 

Insyaallah lancar pekerjaan mu.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu , 

beliau berkata, 

“siapa yang datang kepada Rasulullah shalallahu' alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, untuk siapakah saya harus berbakti pertama kali?' 

Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab,' IBUMU! ' Dan orang ini bertanya lagi, 'Lalu siapa lagi?' 

Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab,' IBUMU! ' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?'

 Ia menjawab, 'IBUMU.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab,' Kemudian AYAHMU. '"

 (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Salman al-Farisi: Teladan Anak Berbakti dan Pengorbanan Tulus.

Suatu ketika Rasulullah Muhammad saw ditanya oleh salah seorang sahabatnya, “Ya, Rasulallah… adakah orang yang paling disayangi oleh Allah SWT selain Engkau?” Nabi Menjawab, “Ada, yaitu Salman al-Farisi.” Lalu sahabat bertanya kembali, “Kenapa, ya, Rasulallah dia begitu disayang Allah?”

Kemudian Nabi pun bercerita bahwa Salman al-Farisi adalah orang yang berasal dari keluarga miskin, sementara ibunya sangat ingin naik haji, tetapi untuk berjalanpun dia tidak bisa. Demikian juga uang untuk pergi ke Tanah Suci tidak punya. Salman al-Farisi begitu bingung menghadapi kondisi itu. Namun akhirnya, Salman memutuskan untuk mengantar ibunya naik haji dengan cara menggendong ibunya dari suatu tempat yang begitu jauh dari Makkah. Diperlukan waktu berhari-hari untuk melaksanakan perjalanan itu sehingga tanpa terasa punggung Salman al-Farisi sampai terkelupas kulitnya.”

Ini Kisahnya:

Suatu hari ada seorang anak shaleh yang menggendong ibunya yang tercinta. Dikisahkan ibunya sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk berjalan sendiri, saat perjalanan dari kota Madinah menuju kota Makkah dalam rangka melaksanakan ibadah Haji.

Bisa dibayangkan panasnya terik matahari ketika siang dan dinginnya malam hari serta beratnya gendongan yang ada di pundaknya bukan?

Betapa berbaktinya anak ini kepada ibunya. Dia ingin membahagiakan ibunya yang sedang sakit dengan mengantarkannya menuju rumah Tuhan bahkan dengan menggendongnya. Betapa besar pengorbanan dan usahanya.

Ketika akhirnya sampai di kota Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji mereka bertemu dengan Rasulullah. Bahagia sekali sang anak beserta ibunya ini ketika mereka bertemu dengan Utusan Tuhan yang sangat mereka cintai dan mereka rindukan.

Saat itu, terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini:

Sang anak bertanya kepada Rasul, 

“Ya Rasul, apakah saya sudah berbakti kepada orangtua saya? Saya menggendong ibu saya di pundak saya berjalan dari Madinah sampai Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.”

Seketika itu pula Rasul menangis. Diiringi tangisnya, kemudian Rasul menjawab, “Wahai Saudaraku, engkau sungguh anak yang luar biasa, engkau benar-benar anak shaleh, tapi maaf, (sambil tetap menangis) apapun yang kamu lakukan di dunia ini untuk membahagiakan orangtuamu, apapun usaha kerasmu untuk menyenangkan orangtuamu, tidak akan pernah bisa membalas jasa mereka yang telah membesarkanmu.”

Mendengar apa yang disampaikan Rasulullah, alih-alih kecewa, Salman pun bahkan lebih bersemangat lagi untuk meningkatkan bakti dan pelayanan terbaiknya kepada sang Ibu.

Begitulah Salman memberikan teladan kepada kita, bagaimana seharusnya bakti anak kepada Ibundanya.

Salam Rezeki Berlimpah 

Anaz Almansour : Founder Rezeki Healing