Bos Garmen Kabur, Ratusan Buruh Garmen Terlantar

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 05 April 2017 - 15:37 WIB

Buruh Demo
Buruh Demo

INDUSTRY.co.id, Semarang-  Ratusan buruh pabrik garmen, PT Mulya Garmindo, resah sehingga mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Semarang setelah perusahaan ditinggal kabur pemiliknya ke negara asalnya di Hongkong.

"Bagaimana dengan nasib kami, para pekerja? Pemimpin perusahaan sudah lari ke negaranya," kata Kisno, perwakilan buruh dari Serikat Pekerja Reformasi saat beraudiensi di DPRD Kota Semarang, Selasa. (5/4/2017)

Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari pihak HRD (Human Resource Development) perusahaan, kata dia, diperoleh keterangan perusahaan pembuat pakaian itu telah menunggak pajak terhitung sejak 2008-2017.

Menurut dia, pekerja tentunya menuntut pihak perusahaan memenuhi hak karyawannya dengan memberikan pesangon, namun tidak tahu harus bagaimana karena pemilik dan pimpinan perusahaan sudah tidak di Indonesia.

"Kata pihak HRD, bos sudah lari ke Hongkong. Dari HRD juga, kami dapat keterangan perusahaan ternyata telah menunggak pembayaran pajak sejak 2008. Nasib karyawan kini semakin tidak jelas," katanya.

Tuntutan pesangon karyawan, kata dia, sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi pemilik perusahaan yang beralamat di Jalan Coaster Blok A Nomor 4, Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, itu.

Apalagi, kata dia, banyak yang sudah bekerja di perusahaan itu lebih dari sembilan tahun, namun sekarang ini nasibnya terkatung-katung dan semakin tidak jelas setelah tahu pemilik perusahaan kabur.

"Selain pajak, selama ini perusahaan juga kerap melakukan pelanggaran, seperti tidak memberikan hak cuti. Bahkan, cuti hamil. Karyawan juga tidak diikutkan dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan," katanya.

 

(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Elnusa mulai gunakan Nodal

Rabu, 24 April 2019 - 12:44 WIB

Elnusa Mulai Gunakan Teknologi Nodal Untuk Eksplorasi Migas

Saat ini, Elnusa mulai mengembangkan akuisisi data seismik dengan menggunakan teknologi Ocean Bottom Nodes (Nodal).

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…