INDUSTRY.co.id - Jakarta - Banyak di antara kita di Indonesia yang tidak tahu bahwa telepon seluler (ponsel) berkamera itu telah muncul di dunia sebelum tahun 2000. Itu dapat dipahami karena teknologi seluler di Indonesia pada kurun waktu itu baru mulai berkembang dan ponsel yang kerap digunakan pun boleh dibilang sederhana, yakni ponsel yang hanya memiliki dua fungsi, yaitu menelpon dan mengirimkan pesan SMS.

Advertisement

Sekarang, ponsel berkamera itu dapat berfungsi sebagai alat telekomunikasi dan alat untuk mengabadikan kejadian atau momen tertentu yang menjadi bagian dari sebuah dokumentasi kehidupan manusia. Sejarah manusia membuat ponsel berkamera diawali oleh kesuksesan Philippe Kahn yang menciptakan ponsel berkamera digital pertama di dunia pada Juni 1997.

Sedangkan Sharp, salah satu produsen alat-alat elektronika terkemuka Jepang, adalah yang pertama kali meluncurkan ponsel berkamera digital dengan tipe J-SH04. Keberhasilan tersebut tidak dapat dianggap enteng karena itu adalah titik awal kebangkitan ponsel berkamera di dunia hingga kini.

Advertisement

Penjualan ponsel berkamera bahkan mampu mengungguli penjualan kamera kompak. Itu dialami Nokia pada tahun 2008 yang akhirnya menghempaskan dominasi Kodak sebagai produsen kamera kompak terkemuka di dunia. Kondisi tersebut mampu menimbulkan dan mengangkat kehadiran fenomena selfie.

Perlahan tapi pasti, peran dan fungsi kamera kompak dapat digantikan oleh ponsel berkamera. Apalagi di era ponsel pintar (smartphone) saat ini, kamera ponsel sudah mampu mendukung berbagai macam aplikasi fotografi. Karena itu, kamera sudah menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia masa kini untuk bercerita maupun mengabadikan berbagai momen berharga bersama orang-orang terdekat mereka.

Advertisement

Alasan itulah yang membuat produsen ponsel kamera terbesar di dunia, Samsung Electronics Co., Ltd, dari waktu ke waktu selalu berusaha menciptakan sebuah ponsel berkinerja terbaik disertai dengan teknologi terkini yang belum pernah ada sebelumnya.

Melalui Samsung Electronics Indonesia, raksasa teknologi Korea Selatan tersebut melakukan penetrasi di pasar ponsel berkamera canggih di Indonesia dengan meluncurkan Samsung Galaxy S20 Ultra pada tahun ini. Itu dilakukan Samsung sebagai salah satu upaya untuk menjadi pemimpin teknologi dalam 10 tahun ke depan.

Advertisement

Samsung Galaxy S20 Ultra dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru yang pertama kali diaplikasikan pada sebuah smartphone, yaitu teknologi perbesaran gambar foto hingga 100 kali dengan memanfaatkan kamera Telephoto 100X Super Resolution Zoom, pemanfaatan kamera sensor beresolusi hingga 108 megapixel (MP) dengan teknologi Nona-Binning, dan perekam video beresolusi 8K serta RAM LPDDR5 yang nantinya bakal menjadi standar baru di industri ponsel masa depan.

Kecanggihan lensa kamera Telephoto 100X Super Resolution Zoom pada Samsung Galaxy S20 Ultra dilengkapi dengan teknologi Folded Lens dan lensa optik hibrida yang mampu melakukan perbesaran hingga 10 kali (10X Hybrid Optical Zoom) memampukan kamera Samsung Galaxy S20 Ultra mengambil gambar dari jarak jauh dengan kualitas foto seperti kamera pro-grade.

Sementara itu, teknologi Nona-Binning pada kamera Samsung Galaxy S20 Ultra mampu menggabungkan sembilan piksel bayangan gambar ke dalam satu rangkaian gambar untuk menghasilkan gambar foto berkualitas tinggi serta memiliki warna yang lebih kaya dan tajam kendati diambil dalam kondisi sinar matahari berkualitas rendah (low-light).

Kinerja Samsung Galaxy S20 Ultra ditopang oleh prosesor Exynos 990 dan RAM LPDDR5 berkecepatan transmisi data mencapai 5.500 Mbps serta dilengkapi dengan layar display berkualitas terbaik di industri smartphone saat ini, yaitu Quad HD+ Dynamic AMOLED 2X berkekuatan 120Hz yang memiliki respon waktu tercepat, yaitu 46,6 milisekon (ms) per gambar.

Sebagai tenaga penggerak perangkat elektroniknya, Samsung Galaxy S20 Ultra dibekali baterai pintar berkapasitas 5.000 mAh untuk menghasilkan performa terbaik yang belum pernah ada sebelumnya di ponsel manapun juga. Agar dapat memperoleh informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi situs https://www.samsung.com/id/galaxylaunchpack/ dan www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s20/

Ke depan, smartphone akan terus mengalami perkembangan teknologi, terutama dalam hal teknologi kamera dari waktu ke waktu. Kehadiran ponsel berkamera tersebut membuat jumlah foto yang dibuat manusia menjadi lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Itu karena ponsel berkamera terlihat lebih praktis dan lebih kompak ketika digunakan, bahkan berpotensi mengungguli kehadiran alat fotografi khusus yang telah lebih dulu ada.

Kekompakan dan kepraktisan tersebut terlihat karena ponsel berkamera pada umumnya selalu digenggam pemiliknya ke mana-mana. Jika ada sebuah kejadian atau momen tertentu, sang pemilik akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat mengabadikan hal-hal tersebut. Itu dimungkinkan karena si pemilik dapat lebih cepat menekan shutter ponsel ketimbang harus menggunakan perangkat khusus fotografi.

Kehadiran ponsel berkamera secara tidak sadar berhasil menggeser keberadaan kamera kompak. Data yang dirilis Phonearea menunjukkan bahwa volume penjualan kamera kompak pada tahun 2012 tercatat sebanyak 147 juta unit di seluruh dunia. Akan tetapi, volume tersebut terpangkas hingga tinggal sebanyak 60 juta unit pada tahun 2014.

Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ponsel berkamera sedikit demi sedikit bakal menggerus keberadaan kamera kompak. Alat fotografi khusus yang masih ada, yaitu berbagai jenis kamera prosumer, mirrorless dan DSLR memang masih memiliki pasar tersendiri. Kendati demikian, teknologi smartphone masa depan, cepat atau lambat, dipastikan dapat menghancurkan pasar berbagai jenis kamera tersebut. (Abraham Sihombing)