INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Tbk, melalui anak usaha barunyan yakni PT Chandra asri Perkasa, resmi mendaftarkan investasi barunya senilai US$5 miliar ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.

Vice President Corporate Relation PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA), Suhat Miyarso mengatakan, dana senilai US$5 miliar untuk pendirian pabrik cracker. Pada tahap awal, TPIA akan menggelontorkan dana sebesar US$1,95 miliar.

“Untuk pendanaan pembangunan pabrik, tahap awal akan bersumber dari dana internal, sisanya dari bank, baik lokal maupun asing dan kami akan mengucurkan investasi secara bertahap hingga 2021,” ungkap Suhat Miyarso melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (4/4/2017).

Suhat Miyarso menambahkan, ekspansi pabrik petrokimia mendesak dilakukan untuk menggarap permintaan domestik, yang selama ini kami masih belum bisa mencukupi kebutuhan domestik.

Pabrik yang akan menempati diatas lahan seluas 100 hektare itu, akan berkapasitas produksi tahunan berupa ethylene sebesar 1 juta ton, prophylene sebesar 550.000 per tahun, py gas 450.000  ton, mix c4 sebanyak 350.000 ton. Jika pabrik telah beroperasi penuh dengan memproduksi olahan turunan dari empat jenis petrokimia, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak  1.600 orang.

“Saat ini kondisi keuangan perseroan cukup mampu melakukan ekspansi, apalagi dengan kinerja yang mengkilap di tahun lalu dan kami sampai saat ini masih mampu mengelola pinjaman segar dari pihak perbankan,” terangnya.

Sekedar informasi, pada tahun lalu Chandra Asri Petrochemical mencatat laba bersih sebesar US$300,1 juta. Dengan kinerja tersebut CAP menorehkan pertumbuhan luar biasa, mengingat pada periode tahun sebelumnya laba bersih hanya US$26,3 juta.

“Kinerja bersinar itu terdongkrak akibat peningkatan pendapatan bersih yang didapat perusahaan selama tahun lalu. Kinerja pendapatan bersih pada periode 2016 sebesar US$1,93 miliar, angka tersebut naik 40 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya,” tutup Suhat.