INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para pengembang properti dan asosiasi properti mengharapkan stimulus dan relaksasi kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah bisa berjalan lancar di lapangan.
Industri properti merupakan salah satu sektor usaha yang terkena dampak akibat pandemik Covid-19. Kondisi ini berdampak secara langsung terhadap penjualan, aktivitas pembangunan, konstruksi, dan pengelolaan keuangan.
Memastikan sektor properti dapat terus bergerak menjadi poin kritikal yang perlu perhatian dan prioritas bersama. Apalagi industi properti menjadi salah satu lokomotif ekonomi nasional.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Properti Hendro S. Gondokusumo mengatakan, menjaga keberlanjutan lokomotif ekonomi nasional, seharusnya menjadi salah satu prioritas penting saat ini.
"Apalagi terdapat 174 industri yang terkait langsung di belakang industri properti, sehingga apabila pasar properti tidak kunjung membaik, dampaknya dapat bersifat sangat luas," kata Hendro dalam pernyataannya kepada Industry.co.id di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Saat ini, lanjut Hendro, jumlah anggota REI 3.642 ditambah Himppera 1.750, lalu di belakang 174 industri dukungan tersebut, ada ratusan ribu karyawan sehingga potensi jutaan karyawan akan terdampak.
"Kami mengharapkan pemerintah dapat mengontrol implementasi stimulus dan relaksasi kebijakan yang telah diluncurkan agar bisa berjalan lancar," kata Hendro.
Salah satu yang diharapkan adalah memastikan pelaksanaan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.
"Kami dari industri properti selalu siap gotong royong dengan pemerintah, berjuang menghadapi pandemik ini, walaupun pemerintah belum maksimal dalam memperhatikan dan memprioritaskan industri properti di rencana program pembangunannya," tutupnya.