INDUSTRY.co.id - Kini kian jarang keluarga-keluarga yang makan di rumah. Mereka lebih suka makan di restoran. Akibatnya rumah menjadi tidak sehangat dulu lagi. Rumah hanya tempat untuk menonton TV, belajar atau menyelesaikan sebagian pekerjaan, lalu tidur.

Advertisement

Lalu, di sisi lain juga banyak ibu rumah tangga yang pusing ketika mesti menyiapkan makanan untuk keluarganya. Masak apa ya hari ini? Apakah bahan-bahannya juga tersedia di dapur?

Kondisi semacam inilah yang menjadi kepedulian Didik Wicaksono bersama koleganya, Soegianto Widjaya, untuk mendirikan PT Cookpad Indonesia (CI). Apa itu CI?

Advertisement

Juara INAICTA

Didik lulus dari Program Studi Akunting, President University, pada 2008. Sebelum lulus, pria kelahiran Lombok yang akrab dipanggil Dewo itu bahkan sudah bekerja di sebuah media online terkemuka di negeri ini, www.detik.com. Ia menjadi web design di sana?

Advertisement

Mengapa menjadi web design padahal kuliahnya di bidang akunting? Didik menjawab sambil tertawa lebar, “Semasa kuliah saya sudah akrab dengan dunia digital. Hobi saya memang di situ, dalam bidang computer graphic….hahaha. Itu sebabnya semasa kuliah, salah satu pelajaran yang saya sukai adalah computerized accounting.”
    
Sambil bekerja di www.detik.com, Didik dan koleganya, Soetrisno Widjaya—teman sekolah di SMA Taman Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah—mendirikan start up sedapur.com. Ini adalah semacam e-marketplace bagi pebisnis makanan skala kecil.
    
Didik bercerita, ketika itu menjajakan produk melalui dunia maya belun sepopuler sekarang. Para produsen makanan, misalnya, belum menganggap menjual produk di pasar maya sebagai sesuatu yang perlu mereka lakukan. Masalah lainnya adalah soal logistik. Maka, pengiriman pesanan pun menjadi problem. “Dulu belum ada GoJek sih,” katanya sambil tertawa lebar.

Meski bisnis sedapur.com tak terlalu menggembirakan, Didik menyertakannya dalam ajang INAICTA 2011. INAICTA, singkatan dari Indonesia ICT Award, adalah ajang penghargaan bagi pengembang aplikasi berbasis ICT yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ajang ini digelar setiap tahun.
    
Di luar dugaan, sedapur.com ternyata berhasil merebut juara ke-1 untuk kategori e-commerce. Didik pun senang. Hanya sayang penghargaan tersebut tak juga mengangkat kinerja bisnis sedapur.com.
    
Diakuisisi Cookpad
    
Maka, pada tahun itu juga Didik dan Soetrisno kemudian membangun start up yang lain, DapurMasak.com. Ini adalah website dengan konsep user generated content (UGC). Melalui website ini, ibu-ibu rumah tangga—yang biasanya pusing mau masak apa—bisa berbagi resep masakan. Kata Didik, “Melalui website ini, kami ingin mengembalikan nilai tentang pentingnya memasak di rumah dan tradisi makan bersama keluarga.”
    
Sama seperti sedapur.com, Didik juga membawa DapurMasak.com dalam ajang INAICTA 2012. Lagi, mereka berhasil menyabet gelar juara ke-1 untuk kategori start up. Lalu, Didik juga ikut serta dalam ajang kompetisi Sparx Up 2012. Sama, DapurMasak.com berhasil menjadi juara le-1.
    
Penghargaan itu membuat website mereka semakin ramai pengunjung. Bahkan, karena terlalu banyak yang mengakses, pernah suatu kali website DapurMasak.com down. Reputasi inilah yang akhirnya membuat DapurMasak.com diakuisisi oleh Cookpad Japan pada 2014. Cookpad Japan adalah website yang sama persis dengan DapurMasak.com. Bahkan Cookpad Japan, di negara asalnya, Jepang, sudah melakukan Initial Public Offering (IPO). Sebagian sahamnya sudah dimiliki publik.
    
Seiring akuisisi tersebut, nama DapurMasak pun berganti menjadi Cookpad Indonesia. Mengapa mau diakuisisi? Papar Didik, “Sebab Cookpad Japan memiliki nilai-nilai dan visi yang sama dengan kami, yakni ingin mengembalikan tradisi masak dan makan bersama di rumah.”
    
Kini, bisnis Didik kian berkembang. Kalau semula hanya Didik dan Soegianto yang mengelola website, kini sudah ada 12 karyawan. Ke depan, ayah satu anak ini ingin terus menambah resep dan keanggotaan di Cookpad Indonesia. Caranya, antara lain, dengan mengembangkan aplikasi yang bisa di-download di website Cookpad Indonesia. “Dengan smartphone yang sudah memiliki aplikasi itu, kalau seseorang memotret masakannya, potretnya bisa langsung ter-up load ke website Cookpad Indonesia,” jelas Didik.

Advertisement

Selain itu, dia juga akan berkolaborasi menggelar berbagai event offline. “Saya akan terus melakukan sesuatu yang punya dampak bagi banyak orang,” pungkas Didik tentang rencananya ke depan. Semoga!

Didik Wicaksono, Chief Technology Officer PT Cookpad Indonesia