INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT PP Properti Tbk (PPRO), emiten pengembang properti anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), bekerjasama dengan PT BIJB Aerocity Development (BIJB AD), anak usaha PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat.
“Perusahaan patungan itu akan mengembangkan Business Park 1 seluas 300 hektar dengan konsep mixed-use. Properti yang akan dibangun di sana adalah hotel, apartemen dan perkantoran,” ungkap Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, di Jakarta, Senin (03/04/2017).
Taufik mengemukakan, proyek ini adalah rencana jangka panjang PPRO sebagai pengembang properti yang ahli dalam pengembangan produk mixed-use. Itu bertujuan untuk menopang pendapatan dan laba perseroan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Alfiansyah, Direktur BIJB AD, mengungkapkan, kerjasama tersebut adalah sebuah langkah strategis BIJB AD. Dengan pengalaman PPRO di bidang properti, maka manajemen BIJB AD optimistis kerjasama pengembangan kawasan Kertajati Aerocity ini akan berjalan dengan baik dan saling menguntungkan.
Sedangkan Virda Dimas Ekaputra, Direktur Utama BIJB, menambahkan, dengan beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat, maka Aerocity diharapkan juga mulai dikembangkan dan memberikan kontribusi positif bagi Majalengka dan Jawa Barat.
PT BIJB adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Perda No. 22 Tahun 2013 dan kemudian didirikan pada 24 November 2014. BUMD ini bertanggung jawab untuk pembangunan sisi darat serta pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat. Disamping itu, BUMN ini juga mengembangkan Kawasan Aerocity yang terintegrasi dengan Bandara untuk mengembangkan perekonomian di sekitarnya.
Konsep Kawasan Aerocity adalah yang pertama di Indonesia. Kawasan Aerocity akan mengintegrasikan perencanaan kota, perencanaan bisnis, dan struktur transportasi. Rencana aksi pengembangan kawasan itu telah disusun oleh PT BIJB Aerocity Development. Kemudian PT BIJB Aerocity Development akan mencari rekan yang strategis untuk mengembangkan Kota Bandar Udara dengan konsep Compact Mixed Use.
Dari sisi proses kepatuhan hukum, izin prinsip ditargetkan akan selesai pada triwulan pertama 2017 dan selanjutnya pemilihan rekan diharapkan dapat terlaksana pada triwulan kedua 2017. Adapun, akuisisi lahan fase pertama akan selesai pada 2019. “Kami yakin kerja sama ini akan berdampak positif bagi kinerja PPRO yang diharapkan tumbuh positif secara berkelanjutan,” pungkas Taufik. (Abraham Sihombing)