INDUSTRY.co.id - Solo- Dampak pandemi corona terus melanda seluruh masyarakat secara langsung maupun tak langsung.Termasuk yang dialami Sabar Gorky atlat panjat dinding dan pendaki gunung Nasional terpaksa harus menutup café kopinya yang berlaokasi di Solo.
Sesuai anjuran BNPB telah menerapkan sosial distance, dimana salah satu klausulnya mengharuskan menjaga jarak antara manusia dan mengurangi kumpul bersama, berdampak berkurangnya masyarakat yang datang ke Kafe Kopi Sabar Gorky yang sudah dirintisnya beberapa tahun silam. “ Bila kondisinya sudah membaik, Kafe akan buka seperti biasa kembali, “ ujar Sabar Gorky, Minggu (19/4/2020).
Sebagai atlet panjat dinding dan pendaki gunung, Sabar Gorky terus berlatih menjaga kondisi tubuh agar tetap stamina, kali ini berlatih rutin hanya disekitar rumahnya di daerah Kaplingan Solo. “Saya terpaksa latihan sendiri saja, biasanya ada bebrapa teman Difabel yang ikut latihan panjat tebing.Program penjat tebing untuk teman Difabel terpaksa vakum.”
Dalam situasi pandemic Corona ini juga dirasakan berdampak pada beberapa agenda pendakian gunung yang sudah dilaksukannya secara rutin di beberapa negara. Sabar Gorgy menjadi salah satu pendaki gunung tertinggi di dunia.
“Agenda tahunan pedakian gunung di dalam dan luar negeri dan beberapa kejuaaran panjat tebing juga dibatalkan sampai situasi Pandemi Corona ini berakhir,”ujar Sabar Gorky penuh harap.
Keceriaan tampak dalam setiap penampilan Gorky walau dalam kondisi pandemic corona seperti saat kini ,” Kita harus sehat selalu dan ceria . Istlah budaya Jawa mengatakan Eling lan waspodo.”
Sabar Gorky sukses mencapai puncak Elbrus Rusia pada 17 Agustus 2011 dan Kilimanjaro Tanzania, 13 November 2011. Sabar pun meraih gelar baru, pendaki tuna daksa pertama dunia yang berhasil menginjakkan kaki di puncak Gunung Kilimanjaro tanpa bantuan dari orang lain.
Sabar yang meraih medali emas Kejuaraan Panjat Dinding Asia di Korea Selatan tahun 2009 mendapat nama baru "Gorky" setelah dia berhasil mencapai puncak gunung Elbrus.