Pabrik Garmen Trinitas Mulia Abadi Ditutup, Nasib Pekerja Belum Jelas

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 16 April 2020 - 20:48 WIB

Produksi Tekstil (Ilustrasi)
Produksi Tekstil (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, kaum buruh merupakan elemen yang merasakan dampak langsung dari pandemi Covid-19. Pemenuhan jaminan kesehatan dan jaminan penghasilan ekonomi menjadi persoalan besar yang tengah dihadapi kaum buruh.

Hal ini tidak terlepas dari semakin maraknya penutupan pabrik, PHK massal dan diliburkannya para buruh oleh pengusaha. Namun dalam berbagai kasus, seringkali pengusaha memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melakukan PHK sewenang-wenang tanpa memenuhi kewajiban kepada buruhnya.

Salah satunya terjadi pada PT. Trinitas Mulia Abadi. Pabrik garmen yang memproduksi pakaian renang dengan merek Lee Vierra yang cukup terkenal ini berlokasi di Gunung Sahari Raya, Komplek Marinatama Blok E, No. 12 B, Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara. Ratusan buruhnya mendapati pabrik tempatnya bekerja sudah ditutup dan digembok pagarnya.

“Tadi pagi kawan-kawan datang untuk bekerja seperti biasa, tapi pabrik sudah ditutup dan digembok. Jadi kawan-kawan masih menunggu di depan pabrik hingga saat ini” demikian penjelasan Nugraha, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (16/4/2020).Nugraha, merupakan salah serorang Pengurus KASBI yang hadir untuk mendampingi buruh

PT. Trinitas Mulia Abadi yang hingga siang ini masih berkumpul di depan pabrik. “Pengusaha beberapa hari kemarin secara tiba-tiba menyatakan bahwa pabrik akan tutup dan kawan-kawan akan diberikan uang pisah sekedarnya. Jelas kawan-kawan yang sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan ini menolak”, sambung Nugraha.

Berbekal alasan sepinya penjualan karena pandemic Covid-19, pengusaha menyatakan menutup usaha dan melakukan PHK terhadap buruh-buruhnya. “Kita dari pengurus serikat kemarin-kemarin dipanggil. Manajemen bilang kalo usaha sedang sepi karena virus Corona dan kita semua di PHK.

Padahal kemarin-kemarin juga kita kerja dan produksi seperti biasa. Jelas kita menolak diberhentikan” sebagaimana disampaikan Ibu Lina Ketua Serikat Buruh Garmen PT. Trinitas Mulia Abadi yang berafiliasi pada Konfederasi KASBI.

“Mereka bilang tidak punya uang untuk bayar pesangon tapi kalau kita menerima uang pisah akan dipekerjakan lagi dengan sistem borongan. Kita jelas menolak. Kemarin dari Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi sudah datang kemari dan mempertemukan kami dengan pihak manajemen. Hasilnya masih tidak ada kesepakatan. Tapi perusahaan tetap memaksa untuk tutup.” sambung Ibu yang sudah bekerja 18 tahun di perusahaan tersebut.

Fenomena pabrik tutup, PHK massal maupun buruh diliburkan tanpa dibayar memang menjadi fenomena yang terus terjadi seiring dengan merebaknya pandemic Covid-19. Sebagian perusahaan disinyalir memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melakukan PHK tanpa memenuhi kewajiban pesangon ataupun upah.

“Berbagai laporan sudah masuk ke pihak kami mengenai tindakan sewenang-wenang perusahaan tersebut. Hal ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di berbagai kota industri lain seperti Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Kami menilai bahwa pengusaha memanfaatkan situasi pandemi untuk menghindar dari kewajiban pada buruh. Beberapa perusahaan bahkan diketahui akan membuka lagi usaha mereka dengan mempekerjakan sistem kontrak atau outsourcing” jelas Nining Elitos, Ketua Umum Konfederasi KASBI, saat dikonfirmasi mengenai penutupan pabrik PT. PT. Trinitas Mulia Abadi.

“Secara organisasi kami mengecam dengan keras tindakan sewenang-wenang pengusaha PT. Trinitas Mulia Abadi dan akan terus melawan tindakan sewenang-wenang ini. Kami juga menuntut agar pemerintah bertindak tegas terhadap praktek-praktek seperti ini karena kaum buruh yang mxxenjadi korban terbesar dari krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini” tegas Nining.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GP Ansor geruduk Holywings

Minggu, 26 Juni 2022 - 16:12 WIB

Ansor Minta Walkot Jakut Tutup Holywings di Kelapa Gading dan Penjaringan

GP Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Jakarta Utara meminta pemkot setempat mengevaluasi perizinan tempat hiburan Holywings di Wilayah Kelapa Gading, dan Penjaringan.

 Kantor Pusat Kementerian PUPR

Minggu, 26 Juni 2022 - 16:04 WIB

Terapkan Green Building, Kantor Pusat Kementerian PUPR Jadi Destinasi Wisata Sebumi Jakarta City Tour

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung upaya pengurangan dampak emisi karbon akibat pencemaran lingkungan yang salah satunya diterapkan pada bangunan gedung kantor…

Menteri Basuki Kunjungi IPAL Krukut

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:58 WIB

Kunjungi IPAL Krukut, Menteri Basuki : Kurangi Pencemaran, Berikan Nilai Tambah untuk Kota

Memanfaatkan waktu libur akhir pekan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Krukut, di…

Mahasiswa LPDP

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:53 WIB

BPSDM Kementerian PUPR Dorong Generasi Muda PUPR Daftar Beasiswa LPDP

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang merupakan visi Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden…

Pegadaian dan PPATK Gelar Transplantasi Terumbu Karang

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:44 WIB

Peringati 2 Dekade Gerakan APU PPT, Pegadaian dan PPATK Gelar Transplantasi Terumbu Karang

PT Pegadaian terus berkomitmen untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan pencucian uang serta pendanaan terorisme di Indonesia. Sebagaimana Arahan Presiden RI di acara Peringatan Dua Dekade…