REI Penggerak Ekonomi

Oleh : Ilham M. Wijaya | Sabtu, 01 April 2017 - 16:54 WIB

Ilham M. Wijaya Sekretaris Badan Diklat DPPREI 2016-2019
Ilham M. Wijaya Sekretaris Badan Diklat DPPREI 2016-2019

ULANG  tahun Real Estate Indonesia ke-45 yang diadakan di Bali terasa berbeda dari acara yang sama sebelumnya.

Dibawah kepemimpinan Soelaeman Soemawinata memang sedari awal REI sudah membawa pesan yang berbeda dari sebelumnya.

Apa yang berbeda tersebut, setidaknya ada dua hal yaitu pertama, kesan membangun wibawa organisasi REI begitu kuat dimana acara disetting sangat besar hingga melibatkan musisi dari luar negeri, hal yang tidak pernah terjadi diperiode sebelumnya

Yang kedua, keberpihakan REI terhadap perumahan rakyat khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR semakin terasa tajam dan selalu menjadi bahan pembicaraan dalam tema-tema kegiatan internal REI.

Perlu kiranya kita melihat lebih subtantif terhadap peran serta organisasi ini khususnya dalam bidang penyediaan perumahan rakyat.

Sejak berdiri hingga sudah memasuki usia 45 Tahun. REI sebagai asosiasi perusahaan real estat di Indonesia dihadapkan pada dinamika organisasi internal maupun eksternal yang telah menyebabkan organisasi ini menjadi lebih matang.

Kematangan organisasi itu terlihat nyata dari keikutsertaan anggota baru yang tidak pernah surut. Begitu juga dengan minimnya konflik organisasi yang seringkali menjadi masalah klasik disetiap organisasi. Juga terkait dengan sinergisitas pengembang notabene besar dengan pengembang kecil selalu berjalan beriringan.

Namun demikian ada isu krusial yang harus diselesaikan oleh organisasi REI kedepan, yaitu peran organisasi dalam menciptakan pengembang menjadi lebih profesional, naik kelas dan yang terpenting memiliki jiwa patriotisme dalam membangun bangsa dan negara.

Isu itu seringkali luput dari perhatian para pengurus, mengingat REI sudah terbiasa dengan suasana para pengusaha yang identik dengan acara-acara seremonial dan 'pesta' sedangkan kegiatan yang membutukan energi untuk berpikir dan mengembangkan profesionalisme serta mencari solusi2 masalah anggota lalai jadi perhatian.

Dari setiap periode kepengurusan kesadaran terhadap hal tersebut sebetulnya sudah mulai muncul. Dan momentumnya ketika periode kepemimpinan Teguh Satria 2007-2010,didirikan Badan Diklat REI untuk mewujudkan profesinalisme anggota melalui forum2 pelatihan dan sharing experiences antara pengembang besar dan kecil.

Dari perjalanan Badan Diklat REI dari awal hingga sekarang terus menunjukkan kinerja yang positif. Hal itu ditandai dengan pembentukan Lembaga Sertifikasi Real estat Indonesia.

Begitu pentingnya isu pengembangan profesionalisme ini. Sehingga mau tidak mau REI harus melakukan revitalisasi pengelolaan organisasi agar dampak berorganisasi bagi anggota ada manfaat yang didapat. Bukan hanya sebatas untuk mendapatkan sertifikat keanggotaan atau karena syarat mendapatkan kredit pembiayaan dari bank.

Dengan adanya program yang dirancang oleh organisasi untuk memberikan manfaat kepada anggota melalui Badan Diklat REI, diharapkan REI kedepan sudah bisa mengikuti ritme perkembangan global yaitu daya saing yang profesional didasari oleh standar pengembangan setiap level bisnis dalam bidang real estat

Selebihnya program2 lainnya memang menjadi hal rutinitas organisasi seperti; advokasi perijinan, pertanahan, pembiayaan, dan bidang-bidang ikutan dalam suatu rentetan bisnis real estat.

Selain itu peran serta REI yang nyata sebagai mitra pemerintah dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Perlu terus digalakan dengan mendorong kepada pemerintah agar bisnis real estat dimasukan kedalam salahsatu indikator yang menjadi variabel penggerak ekonomi.

Karena dengan dianggapnya sektor real estat ini dalam variabel ekonomi. Pemerintah tentunya akan menjaga dinamika bisnis ini agar berjalan sesuai harapan.

Akhirnya untuk mengarah kehal2 strategis tersebut kepemimpinan REI sekarang sudah harus memulai dengan membangun hubungan dengan berbagai pihak secara elegan serta mampu mengkomunikasikan kesemua pihak terkait agenda REI sebagai penggerak ekonomi.

Dirgahayu REI ke 45!!!

*) Penulis adalah Sekretaris Badan Diklat DPPREI 2016-2019

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…

Kota Baru Meikarta Cikarang (Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 14:00 WIB

Solusi Hunian Baru, Meikarta Pasarkan Unit Baru Seharga Rp280 Juta

Meikarta, hunian yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali memasarkan unit barunya dengan harga mulai Rp280 juta sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mencari hunian…