INDUSTRY.co.id - Semarang - Memasuki panen raya, produksi padi di Indonesia terus meningkat. Walaupun sedang ada pandemi Covid 19 tak menyurutkan langkah petani tetap panen raya.

Kabupaten Semarang sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah terus melakukan kegiatan panen, salah satunya di Kecamatan Kaliwungu. Kecamatan Kaliwungu pada bulan April ini akan melakukan panen seluas 483 ha yang tersebar di 8 desa. Dengan produktivitas rata-rata sebesar 7,9 ton/ha maka Kecamatan Kaliwungu akan memberikan kontribusi produksi padi untuk Kebupaten Semarang sebesar 3.815 ton GKG.

Luas panen padi di Kabupaten Semarang bulan April ini tercatat sekitar 4.800 hektar, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan maret 2.800 hektar. Dan bulan Mei nanti prediksinya masih ada panen raya sekitar 2.600 hektar.

Dari luas panen tersebut, produksi padi di Kabupaten Semarang bulan ini akan tercapai sekitar 23 ribu ton GKG atau setara 13.600 ton beras dengan harga sekitar Rp 4.200 per kg.

Sunu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang mengatakan agar setelah panen segera lakukan gerakan percepatan pengolahan tanah dan tanam kembali. Hal ini menurutnya karena sebentar lagi memasuki masa tanam kedua dan mengantisipasi kekurangan air karena akan memasuki musim kemarau.

Sunu mengapresiasi semangat petani khususnya kelompok tani Haur Tutul yang telah berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Semarang. “Keberhasilan ini semua tidak terlepas dari support Bupati Semarang serta bimbingan dari jajaran dinas pertanian, terutama para PPL.” imbuhnya di Semarang, Jumat (10/4/2020).

Lebih lanjut dalam melaksanakan budidaya pertanian khususnya di tengah wabah COVID-19, Dinas Pertanian selalu mengingatkan agar para petani selalu menerapkan social distancing dan social physica . “Para penyuluh di lapangan meminta petani tidak berkerumun dan mengatur jarak antar petani minimal 1-2 meter, serta himbauan untuk selalu memakai masker,” tandas Sunu.

Upaya yang dilakukan daerah tentunya mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. Untuk Kecamatan Kaliwungu saja sudah banyak bantuan yang diterima mulai dari bibit, alat mesin pertanian, mesin penggilingan/RMU dan bantuan asuransi hingga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Sunu yang paling penting adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun pertanian. “Kami ingin masa panen raya seperti saat ini masyarakat memperoleh pangan dengan mudah, namun petani tetap mendapatkan harga yang menguntungkan,” pungkas Sunu.

Di tempat terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi,mengatakan, panen raya di Kabupaten Semarang sudah dimulai sejak Maret dan Semarang termasuk salah satu sentra padi Provinsi Jawa Tengah dan nasional. Kementan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan petani tetap panen untuk menghasilkan beras berkualitas.

“Kementan bersama dengan pemerintah daerah dan para mitra akan terus menjaga stok apalagi menjelang bulan puasa,” ujar dia.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, ketersediaan, distribusi dan harga pangan selama pandemi Covid-19 harus aman termasuk beras. Sebab beras merupakan komoditas pangan paling utama.

“Langkah lain untuk menghadapi musim panen yaitu dengan Komando Strategi Penggilingan Padi sebagai ide Mentan SYL untuk menjaga kestabilan harga saat puncak panen raya. Terobosan ini bisa menyerap gabah langsung dari petani, dan baru-baru ini Kemendag juga mengeluarkan harga gabah baru dan kami berharap Bulog bisa menyesuaikan peraturan tersebut,” katanya.