Kisah Sedih Para Pemulung di musim Corona, Ahmad: Saya Terpaksa Keluar Rumah Cari Makan Meski Sampah Plastik Makin Dikit

Oleh : Nata Kesuma | Rabu, 08 April 2020 - 03:30 WIB

Arman, Pemulung milenial tinggal di Kampung Pemulung Lebak Bulus.
Arman, Pemulung milenial tinggal di Kampung Pemulung Lebak Bulus.

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Salah satu kelompok rentan yang sangat terpengaruh oleh wabah pandemi covid 19 adalah pemulung dan petugas kebersihan. 

Bukan saja karena penghasilan mereka merosot tajam sebagai akibat kebijakan pelarangan beraktivitas di luar rumah secara besar (Pembatasan Sosial Bersakal Besar) tetapi juga karena pekerjaan mereka yang sangat rentan terhadap penularan Covid 19. 

Ahmad 55 Tahun, pemulung di Cirendeu mengatakan ia terpaksa tetap keluar rumah setiap hari mencari sampah plastik, karena dia harus menghidupi keluarganya.

Bapak tiga anak ini juga mengeluhkan makin sedikitnya sampah botol plastik, karena banyak rumah makan yang tutup. 

Hingga saat ini mereka juga belum mendengar akan mendapatan bantuan dari pemerintah Selama PSBB diberlakukan. 

Cerita Ahmad hanya salah satu cerita pedih dari jutaan pemulung di Indonesia di tengah pendemi Covid 19. 

Menurut Ikatan Pemulung Indonesia, ada lebih dari 4 juta pemulung di Indonesia yang saat ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah. 

Karenanya #Komunitas Plastik Untuk Kebaikan (PUK), sebuah komunitas yang mengusung visi tata kelola sampah plastik yang baik, membuat gerakan yang meraka namakan #Sembako Untuk Pahlawan Lingkungan.  

Sumbangan diberikan kepada 500 pemulung dan petugas kebersihan di beberapa titik di Jakarta, Tangerang Selatan dan Bekasi.  

Selain memberikan sembako, komunitas yang berdiri tahun lalu ini juga memberikam masker kain, sarung tangan plastik dan produk kebersihan. 

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari media, individu, komunitas, organisasi masyarakat dan perusahaan, ujar anggota komunitas PUK, Surya Cahya Agung melalui keterangan tertulis kepada Industry.co.id Rabu (8/4).

Sementara itu, Risyanto dari Anak Negeri mengeparesiasi gerakan yang dilakukan oleh Komunitas PUK. 

“Kami sudah dua kali berkolaborasi dengan Komunitas Plastik Untuk Kebaikan. Kami bangga ikut berpartisipasi dalam gerakan mencegah penyebaran virus Corona ini. Semoga Ikhtiar kecil kami dapat diikuti pihak lain. Menjadi harapan kami tidak ada saudara2 kita para pahlawan lingkungan, menjadi korban Pandemi Covid-19," ujarnya. 

Senada dengan Risyanto, Arif Mujahiddin Direktur Komunikasi  Danone di Indonesia mengaku senang bisa turut berkontribusi dalam penanganan wabah COVID 19 ini. 

“Kami ucapkan terimakasih atas inisiatif KPUK, kami yakin inisiatif ini sangat membantu masyarakat terdampak wabah COVID 19 ini. Semoga inisiatif dan kerjasama antar permangku kepentingan bisa diteruskan dalam kerangka gotong royong untuk saling membantu dan saling jaga antar sesama anak bangsa," kata Arif. 

Ia menambahkan Danone Indonesia telah berkomitmen untuk membantu penanganan wabah COVID 19 melalui kerjasama dengan berbagai komponen termasuk pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi kesehatan maupun organisasi sosial kemasyarakatan lain. 

"Bantuan diberikan berbentuk aneka alat kesehatan maupun makanan dan minuman," ungkapnya. 

Adapun Komunitas memberikan sumbangan di 8 titik di Tangsel yaitu di kompleks Lapak sekitar Ciputat Molek, Cirendeu, Sandratek, Poncol dan Setu Kampung Sawah, serta TPS di Legoso. 

Untuk Bekasi pemberian sumbangan akan dilakukan di Rawa Semut, Duren Jaya dan Sekitar Bantar Gebang. Sedangkan Jakarta di sekitar Cipulir, Pondok Labu Pondok Pinang dan Ciledug

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Masyarakat Aceh patuhi pemakaian Masker (foto dialeksis.com)

Senin, 25 Mei 2020 - 08:14 WIB

Kurva COVID-19 Landai, Jubir Pemerintah: Aceh Adalah Provinsi yang Luar Biasa, Masyarakatnya Patuh

“Kunci penyelesaian masalah (COVID-19) ini ada di masyarakat. Pemerintah hanya membuat pedoman, ketentuan, anjuran dan ini tidak akan ada hasilnya kalau masyarakat tidak patuh. Kalau masyarakatnya…

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Senin, 25 Mei 2020 - 07:00 WIB

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Semula Akim menekuni penjual nasi liwet, namun wanita asal Solo ingin meningkatkan penghasilan dengan mencoba peluang baru dibidang Suplier Scrab

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Mei 2020 - 06:00 WIB

DRP Nilai Menkeu Sri Mulyani Tak Hormati Kesepakatan Politik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkirim surat kepada DPR RI untuk mengonsultasikan kebijakannya yang belakangan banyak dikritik kalangan legislator di Parlemen, terutama Komisi XI DPR…

Ilustrasi Swab Test Covid-19 (ist)

Minggu, 24 Mei 2020 - 19:46 WIB

Petugas Dilarang Asal Bekerja, Berikut Panduan Aparat Pengamanan Cegah Penularan Covid-19

Aparat dalam melaksanakan tugas pengamanan dan penertiban pada pandemi Covid-19 berhadapan langsung atau kontak dengan masyarakat, sehingga berisiko terjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu,…

Dirut Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan di Bandara Soetta

Minggu, 24 Mei 2020 - 19:03 WIB

Dirut Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan di Bandara Soetta

Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melakukan pengecekan langsung penanganan dan pelayanan penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang,…